TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim Nasional Indonesia berada di ujung tanduk pada laga pamungkas Grup A ASEAN Hyundai Cup™ 2026.
Menghadapi tuan rumah Singapura, Skuad Garuda wajib mengamankan tiga poin penuh demi menjaga asa lolos ke babak semifinal sekaligus mengejar impian meraih gelar juara pertama mereka.
Kondisi "wajib menang" ini memantik sorotan dan antusiasme tinggi dari para pecinta sepak bola di Kota Pontianak.
Sejumlah warga menyuarakan optimisme sekaligus dorongan evaluasi bagi anak asuh John Herdman.
Penggemar sepak bola muda asal Pontianak Kota, Rian Ardiansyah (24), menilai kekalahan 0-3 dari Vietnam sebelumnya harus dijadikan lecutan motivasi, bukan keterpurukan.
"Lawan Vietnam kemarin transisi pertahanannya memang kedodoran banget. Tapi saya yakin Coach Herdman punya strategi baru buat meredam Singapura. Asal lini belakang fokus dan tidak bikin kesalahan konyol, Garuda pasti bisa menang 2-1," ujar Rian Jumat 7 Agustus 2026.
Sementara itu, Dedi Pratama (31), warga Pontianak Selatan, menyoroti aspek mental bertanding para pemain Skuad Garuda yang menurutnya harus lebih tenang saat memanfaatkan peluang di depan gawang.
"Singapura cuma butuh hasil imbang buat lolos, pasti mereka bakal main lebih taktis. Indonesia jangan sampai terpancing emosi atau main terburu-buru. Kuncinya ada di ketenangan lini tengah dan penyelesaian akhir yang klinis," kata Dedi.
• Duel Hidup Mati Indonesia vs Singapura di Stadion Jalan Besar
Dukungan juga mengalir dari mahasiswi asal Pontianak Barat, Siti Nurhaliza (21), yang berharap Timnas Indonesia mampu membuktikan kualitas terbaiknya di kandang lawan.
"Meskipun hasil lawan Vietnam kemarin bikin kecewa, kita sebagai pembela Timnas harus tetap kasih dukungan penuh. Ini laga hidup mati, semangat membara yang dibilang pelatih harus bener-bener dibuktikan di lapangan," ungkap Siti.
Kekalahan telak 0-3 dari juara bertahan Vietnam di laga sebelumnya memang menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia.
Pelatih Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa jajarannya telah mengantongi sejumlah catatan penting untuk perbaikan tim.
"Ada banyak aspek positif dari performa kami saat melawan Vietnam, meskipun transisi bertahan kami terkadang agak terlalu terbuka. Hal-hal tersebut menjadi fokus utama yang akan kami tingkatkan," ujar John Herdman dilansir dari aseanutdfc.com.
Herdman menambahkan bahwa Singapura memiliki gaya permainan yang sangat berbeda dibandingkan Vietnam.
Oleh karena itu, persiapan khusus telah dirancang agar para pemain mampu menyesuaikan diri secara maksimal.
"Singapura adalah tim yang berbeda dari Vietnam. Setiap pertandingan menyajikan tantangan yang berbeda, dan Singapura memiliki identitas serta kualitas tersendiri. Para pemain sangat paham betapa pentingnya laga ini. Tugas saya sebagai pelatih adalah menjaga mereka tetap tenang dan fokus pada proses serta rencana permainan. Mereka siap bertanding," tegas pelatih asal Inggris tersebut.
Meski Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk menyegel tiket semifinal, Herdman meragukan jika pelatih Singapura, Gavin Lee, bakal menerapkan strategi "parkir bus" atau menumpuk pemain di area pertahanan.
Herdman meminta para pemain Indonesia untuk tampil dingin namun tetap memelihara agresivitas tinggi sepanjang 90 menit pertandingan.
"Tetap tenang berarti menjaga fokus pada tugas di lapangan, tetapi kami juga harus membawa kobaran semangat. Kami adalah tim yang terluka dan memiliki sesuatu yang harus dibuktikan, pertama kepada diri kami sendiri, lalu kepada semua orang. Saya yakin api semangat itu telah menyala di dalam tim," kata Herdman.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama Indonesia berada pada komitmen kolektif dan kekompakan seluruh elemen tim.
"Ketenangan itu lahir dari komitmen terhadap pendekatan kolektif. Kami telah membangun persatuan di dalam tim, dan setiap pemain memahami apa yang harus dilakukan di lapangan. Kami percaya pada kemampuan diri sendiri untuk meraih sukses," imbuhnya.
Di kubu tuan rumah, Singapura berada dalam posisi yang sedikit lebih diuntungkan.
Meski harus tampil tanpa gelandang kunci Kyoga Nakamura akibat sanksi larangan bertanding, The Lions berambisi menembus babak semifinal untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir.
Berbekal modal kemenangan atas Kamboja dan Timor-Leste serta hasil imbang kontra Vietnam, tambahan satu poin sudah cukup membawa Singapura melenggang ke fase gugur.
Kendati demikian, pelatih Singapura, Gavin Lee, menegaskan timnya tidak akan bermain aman hanya demi mengincar hasil imbang.
"Kami memasuki kompetisi ini dengan prinsip bahwa performa kami sendiri yang menentukan takdir kami. Hal itu tidak boleh berubah besok malam. Kami tidak akan membiarkan kalkulasi poin atau potensi hasil akhir mengubah cara kami bermain," ujar Gavin Lee.
Gavin Lee menambahkan bahwa timnya akan tetap mengusung identitas permainan menyerang yang selama ini menjadi kekuatan utama Singapura.
"Kami mencapai posisi ini dengan memainkan identitas sepak bola kami sendiri. Namun, jika situasi di menit-menit akhir membutuhkan penyesuaian taktik yang cerdik, kami cukup fleksibel untuk mengambil keputusan tersebut. Untuk saat ini, pendekatan kami tidak berubah," pungkasnya. (*)