IDI Sumsel Sesalkan Komentar Nirempati Dokter Tamara ke Pasien BPJS, Tegaskan Siap Tindak Tegas
Shinta Dwi Anggraini August 07, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) turut menyesalkan pernyataan nirempati yang disampaikan dr Tamara Dewi Jasmine, pemilik akun Threads @tamdjs, terhadap pasien BPJS Kesehatan.

Gelombang kritik semakin menguat seiring kabar duka meninggalnya almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia setelah menunggu 8 jam untuk mendapat kamar rawat.

Kini dr Tamara Dewi Jasmine yang diketahui berpraktik di RS Pusri Palembang, resmi diberhentikan dari tempatnya bekerja. 

Ketua IDI Wilayah Sumatra Selatan, dr. Abla Ghanie, Sp.T.H.T.-K.L., Subsp.Oto.(K), FICS., mengatakan dari Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatra Selatan, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Yurizal Tri Chaerawan.

"Kami turut berduka dan mendoakan agar keluarga diberikan ketabahan. IDI menghormati sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan oleh rumah sakit, BPJS, dan dinas kesehatan," kata Dokter Abla Ghanie saat dikonfirmasi TribunSumsel.com, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: 5 Fakta Sosok dr Tamara yang Dipecat RS Pusri Palembang usai Berkomentar Nirempati ke Pasien BPJS

Menurutnya, apabila terbukti ada pelanggaran terhadap kode etik atau standar profesi, IDI tidak akan segan untuk memproses sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami menyayangkan adanya komentar tenaga kesehatan yang tidak pantas di media sosial. Tindakan tersebut bertentangan dengan sumpah dan etika profesi yang dijunjung tinggi," katanya.

Menurutnya, saat ini, tim IDI sedang menelusuri dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk RS, untuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

"Peristiwa ini juga harus menjadi momentum evaluasi, tidak hanya pada perilaku individu, tetapi juga pada sistem," katanya.

Menurutnya, IDI mendorong agar alur rujukan BPJS, kapasitas tempat tidur rawat inap, dan mekanisme komunikasi antara rumah sakit rujukan dengan pasien segera dievaluasi secara menyeluruh.

Karena akar masalah sering kali bukan semata oknum, melainkan beban berlebih dan celah koordinasi yang berdampak pada keselamatan pasien.

IDI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga atas pengalaman pelayanan yang tidak menyenangkan tersebut.

"Kami tegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua untuk memperbaiki sistem, menghilangkan stigma terhadap pasien BPJS, dan memastikan keselamatan pasien adalah prioritas mutlak," katanya.

Dokter Abla Ghanie mengatakan, IDI akan mengawal kasus ini secara objektif dan transparan. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama bagi profesi kesehatan.

Resmi Diberhentikan

Manajemen RS Pusri resmi mengakhiri kerja sama dengan dokter Tamara, pemilik akun Threads @tamdjs, menyusul polemik komentar di media sosial yang menuai kecaman publik karena dinilai tidak berempati terhadap pasien.

Keputusan tersebut disampaikan melalui press release kedua yang diterbitkan Manajemen RS Pusri pada Kamis (6/8/2026) melalui akun media sosial Instagram @rspusriplg.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas klarifikasi dan proses pembinaan internal yang sebelumnya telah dilakukan.

Dalam pernyataan resminya, Manajemen RS Pusri menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan mekanisme penanganan dugaan pelanggaran disiplin sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

"Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penegakan tata kelola organisasi, manajemen RS Pusri telah melakukan pemanggilan kepada dokter yang bersangkutan. Manajemen kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dr. @tamdjs sebagai dokter mitra RS Pusri," demikian pernyataan resmi Manajemen RS Pusri.

 Manajemen menegaskan keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menegakkan profesionalisme, tata kelola yang baik, serta memastikan seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di RS Pusri mematuhi standar etika profesi dan ketentuan yang berlaku.

RS Pusri juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang, status, maupun kondisi apa pun.

"Prinsip pelayanan yang setara merupakan nilai yang terus dijunjung tinggi dalam setiap aspek pelayanan di RS Pusri," tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Selain itu, Manajemen RS Pusri mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan akan terus melakukan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian kepada pasien," kata Manajemen RS Pusri.

 

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.