Kabar Duka, M Sholeh Pengacara 'No Viral No Justice' Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RS
Weni Wahyuny August 07, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM — Pengacara sekaligus praktisi hukum vokal, M. Sholeh, atau yang akrab disapa Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026).

Kabar duka mengenai berpulangnya sosok yang kerap membela hak-hak masyarakat kecil tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui unggahan status di media sosial dan pesan singkat WhatsApp pribadinya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah suami dan ayahanda kami tercinta, H. Muhammad Sholeh, S.H. pada hari Jumat, 7 Agustus 2026," tulis pihak keluarga dalam pesan tertulisnya, dilansir dari Tribunjatim.com.

Baca juga: Duka Opie Kumis Kenang Diding Boneng Usai Meninggal, Pantang Tinggalkan Dunia Seni Meski Fisik Drop

Keluarga besar almarhum turut memohonkan pintu maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan maupun khilaf almarhum semasa hidup.

"Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau semasa hidupnya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin," tulisnya.

Berdasarkan informasi resmi keluarga, jenazah almarhum disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berlokasi di Jalan Lebak Rejo Utara II No. 49–51, Surabaya.

Selanjutnya, almarhum rencananya akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

"Almarhum dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin Prigen-Pasuruan," tutupnya.

Sebelum meninggal dunia, Cak Sholeh sempat membagikan unggahan terakhirnya pada Jumat (17/7/2026).

Dalam unggahannya tersebut, Cak Sholeh menjawab sejumlah rasa penasaran publik yang mempertanyakan perubahan fisiknya.

Cak Sholeh mengakui bahwa perubahan fisiknya terutama pada wajahnya yang kini menjadi lebih berisi atau tembem dikarenakan efek dari obat yang dikonsumsinya.

Ia juga sempat meminta doa agar diberikan kesembuhan demi bisa kembali membantu rakyat kecil yang mencari keadilan hukum.

"Ini bukan tambah lemu (gemuk), kebetulan karena Cak Sholeh lagi sakit jadi karena efek obat, jadi keliatan tambah tembem, kemarin saya melakukan terapi di rumah sakit, teman-teman mohon doanya supaya Cak Sholeh cepet sehat supaya bisa lebih banyak bantu orang-orang kecil untuk mencari keadilan, ojo lali yo," katanya pada Jumat (17/7/2026) lalu.

Baca juga: Inilah Kalimat dr Tamara Dinilai Nirempati ke Pasien BPJS Berujung Dipecat dari RS Pusri Palembang

Pencetus Gerakan 'No Viral No Justice'

Nama Cak Sholeh begitu melekat di benak publik lewat keberaniannya mengkritik ketimpangan sistem peradilan.

Ia mempopulerkan jargon "No Viral No Justice"—sebuah sentilan kritis terhadap fenomena penegakan hukum di Tanah Air yang dinilai acap kali baru bergerak cepat setelah sebuah kasus viral di media sosial.

Melalui saluran media sosialnya, seperti TikTok (@caksholeh77) dan Instagram, ia konsisten memberikan edukasi hukum gratis serta pendampingan bagi warga awam yang membutuhkan keadilan.

Perjalanan hidup pria kelahiran Jawa Timur ini dipenuhi rekam jejak perjuangan yang panjang:

Cak Sholeh merupakan alumni MTs Tebuireng, Jombang (lulus 1991) dan menyelesaikan pendidikan sarjana hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.

Semasa kuliah, ia aktif dalam pergerakan mahasiswa melalui Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Ia bahkan dipercaya menjabat sebagai Ketua PRD Surabaya periode 1998–2000.

Pada tahun 1996, keberaniannya menentang rezim Orde Baru membuatnya ditangkap atas tuduhan subversif dan divonis 4 tahun penjara.

Ia sempat menjalani masa hukuman sekitar 1,5 tahun di Lapas Kalisosok, Surabaya.

Usai aktif sebagai advokat, ia juga sempat menjajaki dunia politik praktis guna memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur parlemen dan pemerintahan.

Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, aktivis, serta masyarakat luas yang pernah merasakan pendampingan hukum dan keberaniannya dalam menyuarakan keadilan.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com   

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.