TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil katolik misa Sabtu 8 Agustus 2026.
Injil katolik misa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik.
Sabtu merupakan hari Sabtu, Perayaan wajib Santo Dominikus Pengaku Iman: Pendiri Ordo Pewarta, Santo Siriakus, Largus dan Smaragdus Martir, Santo Hormisdas Martir: Teladan Iman dan Kesetiaan dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 8 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Sabtu 8 Agustus 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Orang benar akan hidup berkat imannya.
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala?Bukankah Engkau Yang Mahakudus, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami.
Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?
Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang.
Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasihan?
Aku mau berdiri di tempat pengintaianku, dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.
Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta.
Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan:Mzm 9:8-9.10-11.12-13
Ref: Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.
Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
Bait Pengantar Injil:2Tim 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil:Mat 17:14-20
Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.
Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita.Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.
Kemudian ketika mereka sendirian,para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu:
Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’maka gunung ini akan pindah,dan tiada yang mustahil bagimu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik Hari Ini 8 Agustus 2026: Iman yang Bertumbuh Melalui Doa dan Kepercayaan
Setiap orang beriman pernah mengalami masa ketika doa terasa belum dijawab, pergumulan hidup terasa semakin berat, dan berbagai persoalan seolah datang tanpa henti. Ada saat-saat ketika kita mulai bertanya dalam hati, "Mengapa Tuhan tampaknya diam?" Pertanyaan seperti ini bukanlah tanda bahwa kita kehilangan iman, melainkan bagian dari perjalanan rohani yang juga dialami para murid Yesus.
Dalam renungan Katolik hari ini, Gereja mengajak kita merenungkan Injil Matius 17:14-20, bertepatan dengan Perayaan Wajib Santo Dominikus, seorang pendiri Ordo Pewarta (Dominikan) yang sepanjang hidupnya mengajarkan bahwa iman harus disertai doa, pewartaan, dan kasih akan kebenaran.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa iman bukan terutama soal besarnya perasaan, melainkan tentang kepercayaan yang terus bertahan meski keadaan belum berubah. Bahkan iman yang hanya sebesar biji sesawi mampu memindahkan gunung apabila sungguh diletakkan di dalam Tuhan.
Seorang ayah datang kepada Yesus sambil berlutut memohon belas kasihan bagi anaknya yang menderita kerasukan. Ia telah membawa anak itu kepada para murid, tetapi mereka tidak sanggup menyembuhkannya.
Yesus kemudian berkata, "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan sesat! Berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?"
Sesudah itu Yesus menghardik setan itu sehingga anak tersebut sembuh seketika.
Ketika para murid bertanya mengapa mereka gagal mengusir setan, Yesus menjawab:
"Karena kamu kurang percaya. Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindahlah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah."
Sabda ini menjadi pusat renungan Injil Matius 17:14-20 yang kita hayati hari ini.
Kita Sering Mengukur Iman dengan Emosi
Sering kali kita berpikir bahwa orang yang memiliki iman besar selalu merasa damai, selalu yakin, dan tidak pernah takut. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Iman sejati justru sering tumbuh di tengah keraguan, penderitaan, dan penantian yang panjang.
Ayah dalam Injil hari ini datang dengan hati yang hancur. Ia sudah mencoba berbagai cara. Bahkan para murid Yesus pun tidak mampu menolong anaknya.
Namun ia tidak berhenti berharap.
Ia tetap datang kepada Yesus.
Di sinilah letak iman.
Iman bukan berarti kita selalu melihat jalan keluar.
Iman berarti kita tetap datang kepada Tuhan ketika semua jalan tampak tertutup.
Tuhan Tidak Menuntut Iman yang Besar
Yesus tidak berkata:
"Kalau imanmu sebesar gunung..."
Sebaliknya Ia berkata:
"Iman sebesar biji sesawi."
Biji sesawi sangat kecil.
Artinya, Tuhan tidak meminta kesempurnaan.
Yang Tuhan cari adalah hati yang mau percaya.
Sedikit iman yang hidup lebih berharga daripada keyakinan besar yang hanya ada di bibir.
Karena itu jangan pernah berkata,
"Aku belum pantas berdoa."
"Aku kurang suci."
"Aku terlalu banyak dosa."
Datanglah kepada Tuhan apa adanya.
Kasih-Nya jauh lebih besar daripada kelemahan kita.
Mengapa Para Murid Gagal?
Mereka Sudah Memiliki Kuasa
Sebelumnya Yesus telah memberikan kuasa kepada para murid untuk mengusir roh jahat.
Lalu mengapa kali ini mereka gagal?
Jawabannya sederhana.
Karena mereka mulai mengandalkan diri sendiri.
Pelayanan rohani tidak pernah berhasil hanya karena kemampuan manusia.
Keberhasilan selalu berasal dari Allah.
Dalam hidup sehari-hari kita pun sering mengalami hal yang sama.
Saat pekerjaan berjalan lancar, kita merasa semua karena kemampuan sendiri.
Saat usaha berhasil, kita lupa bersyukur.
Ketika akhirnya menghadapi masalah yang lebih besar, kita baru sadar bahwa kekuatan manusia memiliki batas.
Doa Menjadi Nafas Orang Beriman
Beberapa manuskrip Injil menambahkan bahwa jenis roh seperti ini hanya dapat diusir dengan doa dan puasa.
Artinya, iman tidak tumbuh secara instan.
Iman dipelihara melalui:
doa setiap hari;
Ekaristi;
Sakramen Tobat;
membaca Kitab Suci;
kasih kepada sesama;
kesediaan memikul salib.
Tanpa kehidupan doa, iman perlahan menjadi lemah.
Sebaliknya, doa membuat akar iman semakin dalam.
“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Santo Dominikus: Pewarta yang Mengandalkan Doa
Hidupnya Berakar pada Sabda Allah
Hari ini Gereja merayakan Santo Dominikus.
Beliau hidup pada abad ke-12 dan terkenal sebagai seorang yang sangat mencintai Kitab Suci.Tempat Peribadatan
Ia menyadari bahwa dunia membutuhkan pewarta yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi terlebih dahulu hidup dalam doa.
Karena itu ia menghabiskan banyak malam untuk berdoa.
Doanya sederhana:
"Tuhan, kasihanilah umat-Mu."
Beliau tidak mencari kemuliaan pribadi.
Ia mencari keselamatan jiwa-jiwa.
Mewartakan Kebenaran dengan Kasih
Dominikus tidak melawan kesesatan dengan kebencian.
Ia menghadapinya dengan:
kasih;
kesabaran;
dialog;
kehidupan yang sederhana;
keteladanan.
Ia percaya bahwa orang lebih mudah disentuh oleh kesucian hidup daripada oleh perdebatan panjang.
Semangat inilah yang tetap relevan sampai sekarang.
Di zaman media sosial, begitu mudah orang saling menghakimi.
Sebagai murid Kristus kita dipanggil menjadi pembawa damai.
Kebenaran tetap harus disampaikan.
Namun selalu bersama kasih.
Gunung dalam Kehidupan Kita
Yesus berbicara mengenai gunung yang dapat dipindahkan.
Gunung itu bukan hanya gunung secara harfiah.
Dalam hidup kita, gunung dapat berupa:
penyakit;
konflik keluarga;
kehilangan pekerjaan;
kecemasan;
rasa putus asa;
dosa yang terus berulang;
hubungan yang retak;
ketakutan akan masa depan.
Kadang gunung itu tidak langsung hilang.
Namun Tuhan mengubah hati kita sehingga mampu melewatinya.
Sering kali mukjizat terbesar bukan berubahnya keadaan.
Melainkan berubahnya hati kita.
Refleksi Sabda Tuhan
Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini, Yesus mengajak kita memeriksa kembali dasar kehidupan rohani kita.
Apakah kita masih mengandalkan Tuhan?
Ataukah kita lebih mengandalkan kemampuan sendiri?
Iman yang kecil tetapi hidup akan terus bertumbuh apabila disiram oleh doa.Agama & Kepercayaan
Sebaliknya iman yang besar dalam teori akan menjadi kering apabila tidak dipelihara.
Santo Dominikus menunjukkan bahwa pembaruan Gereja selalu dimulai dari pertobatan pribadi.
Ia tidak memulai dengan menyalahkan dunia.
Ia memulai dengan memperdalam persahabatannya dengan Kristus.
Inilah pelajaran penting bagi kita.
Bila ingin keluarga berubah, mulailah dari doa kita.
Bila ingin lingkungan menjadi lebih baik, mulailah dari hati kita.
Bila ingin Gereja semakin hidup, mulailah dari kesetiaan kita mengikuti Kristus setiap hari.
Menerapkan Sabda Tuhan Hari Ini
Renungan ini mengajak kita melakukan beberapa langkah sederhana:
1. Datang kepada Yesus dalam setiap kesulitan
Jangan menunggu semuanya selesai baru berdoa.Tempat Peribadatan
Datanglah sekarang juga.
2. Rawat iman setiap hari
Luangkan waktu membaca Injil beberapa menit setiap hari.
Sabda Tuhan akan menguatkan hati.
3. Jangan mudah menyerah
Tuhan bekerja menurut waktu-Nya.
Kesabaran adalah bagian dari iman.
4. Jadilah pewarta damai
Seperti Santo Dominikus, wartakan Injil melalui perkataan yang lembut dan kehidupan yang baik.Kekristenan
5. Percaya pada kuasa Tuhan
Tidak ada persoalan yang terlalu besar bagi Allah.
Yang Tuhan minta hanyalah hati yang mau percaya.
Doa Penutup
Ya Tuhan Yesus, sering kali aku merasa imanku begitu kecil ketika menghadapi kesulitan hidup. Namun Engkau mengajarkan bahwa iman sebesar biji sesawi pun sanggup melakukan perkara-perkara besar apabila sepenuhnya bersandar kepada-Mu.
Tambahkanlah imanku. Jauhkan aku dari kesombongan yang mengandalkan kekuatanku sendiri. Ajarlah aku setia dalam doa, tekun mendengarkan Sabda-Mu, dan berani menjadi saksi kasih-Mu di tengah dunia.
Melalui teladan Santo Dominikus, bantulah aku mencintai kebenaran, hidup dalam kerendahan hati, serta mewartakan Injil dengan perkataan dan tindakan.Agama & Kepercayaan
Semoga hidupku menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Mu.
Amin.
Penutup
Saudara-saudari terkasih, renungan harian Katolik hari ini mengingatkan bahwa Allah tidak menuntut iman yang sempurna, melainkan hati yang mau terus datang kepada-Nya. Iman sekecil biji sesawi akan terus bertumbuh apabila dipelihara melalui doa, Ekaristi, Sabda Tuhan, dan kasih kepada sesama.
Kiranya teladan Santo Dominikus menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang semakin mencintai Kristus, semakin tekun dalam doa, dan semakin berani mewartakan Injil dengan kelembutan hati.
Semoga renungan Katolik hari ini menjadi kekuatan bagi setiap langkah kita, sehingga dalam setiap tantangan kita tetap percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. (Sumber the katolik.com/kgg).