Viral Usai Hina Pasien BPJS, Nurma Zahara Akhiri Masa Kerja di RSUD dr Soekardjo
Dian Anditya Mutiara August 07, 2026 02:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, TASIKMALAYA – Pegawai administrasi RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Nurma Zahara (NZ), resmi mengundurkan diri setelah menjadi sorotan publik akibat komentar nirempati terhadap pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan.

Direktur RSUD dr Soekardjo, dr Budi Tirmadi, membenarkan bahwa Nurma telah mengajukan surat pengunduran diri. Menurutnya, alasan yang disampaikan pegawai tersebut adalah kondisi kesehatan.

"Yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan," kata Budi, Jumat (7/8/2026).

Budi mengatakan Nurma terakhir menjalankan tugasnya pada Selasa lalu sebelum memutuskan berhenti bekerja.

"Kemarin (Selasa) terakhir beliau bekerja sebelum mengundurkan diri," ujarnya.

Baca juga: KKI Siapkan Sanksi, 10 Nakes yang Hina Pasien BPJS Berpotensi Dinonaktifkan

Ia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai kondisi kesehatan Nurma karena merupakan ranah pribadi.

Sempat Jadi Sorotan di Media Sosial

Nama Nurma Zahara menjadi perhatian publik setelah akun yang diduga miliknya menuliskan komentar bernada menghina terhadap Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang sebelumnya mengeluhkan harus menunggu ruang perawatan selama delapan jam.

Dalam komentarnya, Nurma menyebut Yurizal sebagai orang miskin dan melontarkan kalimat yang kemudian menuai kecaman luas dari warganet.

"yuriz org miskin harta miskin ilmu miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat wajar apalagi kat lo itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS bdg atau RSCM jkt kan ? boleh gue bilang sesuatu ? Lo GBLK BANYAK BCT," tulis Nurma.

Baca juga: Henry Indraguna: Kritik Pasien soal Layanan Kesehatan Dilindungi Konstitusi, Nakes Wajib Berempati

Polemik semakin meluas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia beberapa hari kemudian.

Meski rumah sakit tempat Yurizal menjalani perawatan bukan berada di Tasikmalaya, jejak digital komentar tersebut terus menjadi perbincangan di media sosial.

Sudah Menyampaikan Permintaan Maaf

Di tengah derasnya kritik, Nurma sempat mengunggah dua video permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam klarifikasi terbarunya, ia juga meminta maaf karena sempat mencantumkan nama salah satu perusahaan makanan di profil media sosialnya dan mengaku tindakan tersebut hanya dilakukan untuk gaya-gayaan.

"Saya meminta maaf yang telah saya catut namanya di profil Instagram pribadi," ujar Nurma.

Ia menegaskan perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan bisnis maupun afiliasi dengan dirinya.

Baca juga: Viral Sejumlah Nakes Minta Maaf Usai Bully Pasien BPJS Hingga Meninggal

"Bahwa Lazatto Tasik tidak ada hubungan dengan saya baik secara pribadi, afiliasi dan bisnis," katanya.

Ia mengakui telah mencatut nama perusahaan itu.

"Saya meminta maaf yang telah saya catut namanya di profil IG (Instagram) pribadi," katanya.

Nurma mengaku hanya sebatas gaya-gayaan.

Anak Anggota DPRD

Di tengah polemik yang berkembang, diketahui Nurma merupakan putri anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Ade Lukman.

Namun hingga kini, pengunduran diri Nurma dari RSUD dr Soekardjo disebut murni berdasarkan surat yang diajukan sendiri dengan alasan kesehatan.

Kasus komentar terhadap pasien BPJS tersebut masih menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bersama Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga memberikan komentar tidak berempati terhadap pasien BPJS di media sosial. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.