BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Ribuan massa yang terdiri dari para penambang lokal dan masyarakat menggelar mendatangi Kantor Operasional PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).
Sejak pukul 08.30 WIB, pergerakan massa mulai terlihat beriringan menggunakan ratusan sepeda motor serta puluhan kendaraan roda empat dan truk terbuka.
Kehadiran massa membuat suasana di sekitar perkantoran dipadati manusia.
Teriakan seperti "Mana PT Timah", "Ini urusan makan", dan "Ga ada yang beli timah kami" menggema di seluruh area.
Di tengah terik matahari yang menyengat, para penambang menyuarakan kekecewaan mereka atas kondisi pertambangan yang semakin tak menentu.
Salah seorang peserta aksi, Teguh (30) mengungkapkan penurunan serta ketidakstabilan harga timah menjadi pemicu utama yang mendorong ribuan penambang turun ke jalan.
Menurut Teguh, aksi massa ini merupakan puncak dari kekesalan para penambang yang kian terhimpit akibat kondisi harga yang anjlok dan sulitnya menjual bijih timah.
"Kami minta naikkan harga timah. Biar cepat jual, lebih cepat melejit itulah," ujar Teguh di sela-sela riuhnya aksi unjuk rasa, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan sebelum bergerak menyerbu Kantor PT Timah Belitung Timur, massa penambang terlebih dahulu melakukan konsolidasi dan berkumpul di satu titik lokasi.
Massa diketahui mulai merapatkan barisan sejak pagi hari di area Bumi Perkemahan (Buper) sebelum akhirnya melaju bersama menuju pusat perkantoran.
"Iya, kami kan penambang semua. Tadi kumpul di Buper, Poin Satu. Nyampai di sini tadi kira-kira jam 10," beber Teguh.
Teguh menyebut jumlah penambang yang bergerak dalam aksi penyampaian aspirasi kali ini terbilang besar hingga mencapai ribuan orang.
Hal itu terjadi karena keresahan yang dirasakan oleh para pekerja tambang dan memicu solidaritas antar sesama penambang lokal.
Saat ditanya mengenai tuntutan, Teguh menegaskan ada beberapa poin penting yang menjadi beban berat para penambang saat ini.
Selain masalah harga yang terus merosot, akses penjualan hasil tambang yang kian rumit dan tertutup menjadi alasan kuat mengapa PT Timah menjadi sasaran utama kedatangan massa.
"Banyak (tuntutannya). Masalah harga timah ndak stabil, jual susah," katanya.
Ia berharap kedatangan ribuan penambang ke kantor PT Timah Belitung Timur ini dapat segera diberikan solusi konkrit.