Diduga Aniaya Pemuda di Atas Kapal, Oknum Polisi di Samarinda Dilaporkan ke Propam
Samir Paturusi August 07, 2026 02:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan adu mulut dan ketegangan di atas kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB), yang bersandar di perairan Sungai Mahakam, kawasan Harapan Baru, Kota Samarinda, viral di media sosial.

Video itupun mendapatakan berbagai reaksi dari netizen.

Perselisihan tersebut belakangan diketahui melibatkan sekelompok pemuda dengan seorang oknum anggota Polisi Polresta Samarinda yang sedang bertugas melakukan pengamanan di kapal tersebut.

Akibat insiden ini, dua orang pemuda diduga menjadi korban penganiayaan dan pemukulan oleh oknum polisi tersebut.

Tak terima atas perlakuan yang dialami, kedua korban didampingi kuasa hukumnya resmi mendatangi Polresta Samarinda untuk membuat laporan polisi pada Kamis (6/8/2026).

Kuasa hukum korban, Febronius Kefi, mengatakan bahwa pihak korban telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ini ke Satreskrim Polresta Samarinda.

Baca juga: Viral Ayah Aniaya Anak dan Rekam Aksinya, Motif Ingin Rujuk dengan Mantan Istri

Selain ke unit Reskrim pihaknya juga telah membuat laporan ke Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Samarinda.

"Dugaan penganiayaan itu dilakukan oleh oknum polisi berinisial DS, yang bertugas di Polsek Samarinda Kota," ungkapnya.

Kefi bilang, peristiwa bermula ketika kedua kliennya ditugaskan untuk menjaga sebuah kapal yang bersandar di perairan Sungai Mahakam.

Namun, karena akses menuju kapal tujuan terhalang oleh kapal lain yang sedang diamankan oleh petugas, kedua korban memutuskan untuk meminta izin melintas.

Sebelum menaiki kapal, korban ternyata telah meminta izin kepada Anak Buah Kapal (ABK).

ABK setempat kemudian mengarahkan mereka untuk menemui petugas pengamanan yang ada di atas kapal.

"Namun, belum sempat menyampaikan maksud dan tujuan, mereka sudah dituduh hendak meminta solar," katanya.

Meski korban sudah mencoba menjelaskan bahwa mereka hanya menumpang melintas untuk menuju kapal di sebelahnya, respons intimidatif justru diterima klinenya.

"Korban langsung dipiting dan dipukul. Berdasarkan keterangan korban, ada dua orang yang melakukan pemukulan, dan salah satunya belakangan diketahui merupakan anggota kepolisian," tambahnya.

Pihaknya juga secara tegas membantah narasi dan isu liar yang beredar di media sosial yang menyudutkan kliennya sebagai preman pemalak jatah solar.

Baca juga: Dinilai Terlalu Sadis Aniaya YTR, Taufik Hidayat Dijebloskan ke Sel Khusus, Ini Pengakuan Pelaku

Ia menegaskan bahwa kedua kliennya adalah pekerja resmi yang diamanahkan oleh pemilik kapal.

"Mereka bukan preman, melainkan pekerja yang menjalankan amanah dari pemilik kapal untuk menjaga armada yang sedang bersandar," tegasnya.

Pihak kuasa hukum berharap laporan ini ditindaklanjuti secara tegas dan fair oleh aparat penegak hukum.

"Kami berharap laporan ini diproses secara profesional dan transparan karena ini persoalan yang sangat serius," tutupnya. (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.