BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Toboali, Jumat (7/8/2026) siang.
Bantuan tersebut menyasar Kampung Batu Belimbing, Kelurahan Tanjung Ketapang, serta Kampung Bukit, Kolong 2, yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Distribusi air dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat di tengah musim kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air.
Di bawah terik matahari yang menyengat, puluhan warga Kampung Batu Belimbing rela mengantre demi mendapatkan air bersih.
Mereka datang dengan membawa jeriken berbagai ukuran dan warna, mulai dari putih, kuning, hingga hitam. Jeriken-jeriken itu kemudian disusun memanjang membentuk antrean, menunggu giliran untuk diisi dari mobil tangki yang disiapkan Polres Bangka Selatan.
Di sisi lain, beberapa drum berwarna biru telah berjejer rapi di lokasi penyaluran. Tak lama setelah tiba, Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto turun langsung mengisi air ke dalam drum-drum tersebut sebagai simbol dimulainya distribusi air bersih kepada warga.
Warga bersama anggota kepolisian bergantian mengarahkan selang ke setiap jeriken dan drum. Sesekali terdengar warga saling memanggil untuk menggeser wadah yang telah penuh agar antrean berikutnya dapat segera dilayani.
Jeriken yang telah terisi penuh kemudian diangkat satu per satu oleh pemiliknya. Sebagian warga menjinjingnya langsung menuju rumah, sementara lainnya mengangkut beberapa jeriken sekaligus menggunakan sepeda motor.
Agus Arif Wijayanto mengatakan sebanyak 6.000 liter air bersih didistribusikan ke Kampung Batu Belimbing. Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan pasokan air karena dalam satu bulan terakhir masyarakat mengalami keterbatasan sumber air bersih.
Penyaluran dilakukan langsung oleh jajaran Polres Bangka Selatan kepada warga yang membutuhkan.
“Kurang lebih sekitar 6.000 liter kami distribusikan kepada masyarakat di wilayah Kampung Batu Belimbing,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Selain di Kampung Batu Belimbing, kata Kapolres, pihaknya juga menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Bukit, Kolong 2, Kelurahan Toboali. Kedua lokasi tersebut dinilai sama-sama mengalami kesulitan memperoleh air akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Dengan tambahan distribusi tersebut, total air bersih yang disalurkan pada hari itu mencapai sekitar 10.000 liter.
Menurutnya program air bersih tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali dilaksanakan di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.
Kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih cukup tinggi sehingga bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga selama musim kemarau berlangsung.
“Tidak menutup kemungkinan kami juga akan melaksanakan kegiatan serupa di tempat lain karena ini program yang baik dan masyarakat sangat memerlukan air, khususnya di musim kemarau ini,” jelas Agus Arif Wijayanto.
Di sisi lain, Polres Bangka Selatan juga berencana mengkaji solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekurangan air bersih di kawasan terdampak.
Salah satu alternatif yang akan dibahas bersama instansi terkait adalah kemungkinan pembangunan sumur bor apabila dinilai layak. Kajian tersebut dilakukan agar penanganan krisis air tidak hanya bersifat sementara melalui distribusi air bersih.
Kapolres menjelaskan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.
Kondisi tersebut membuat ancaman kekeringan semakin besar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ketersediaan air bersih. Menurutnya, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
“Nanti akan kami kaji lebih lanjut dengan berbagai pihak yang terkait sehingga memungkinkan atau tidak di tempat ini dibangun sumur bor,” sebutnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Agus mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai kekeringan dan karhutla menjadi dua ancaman yang perlu diantisipasi selama musim kemarau berlangsung.
Polres Bangka Selatan juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak apabila diperlukan langkah-langkah lanjutan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan supaya terhindar dari bencana karhutla,” pungkas Agus Arif Wijayanto.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)