PROHABA.CO, BIREUEN - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, pada Kamis (6/8/2026).
Usai meninjau infrastruktur Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Wapres beserta rombongan melanjutkan agenda dengan menyambangi SDN 7 Jangka yang berlokasi di Desa Pante Ranup, Kecamatan Jangka.
Kehadiran pimpinan negara di kawasan pesisir tersebut disambut hangat dan antusias oleh masyarakat setempat.
Menggunakan minibus Toyota Innova Zenix Hybrid Q berwarna putih dengan nomor polisi B 1355 ZZR, kedatangan Wapres Gibran langsung menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan usia.
Banyak di antara mereka yang memanfaatkan momen langka tersebut untuk bersalaman dan berswafoto secara langsung dengan Wapres.
Dalam peninjauan ini, Wapres didampingi oleh jajaran pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fad), Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, SIK SH MH, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, SIP, Bupati Bireuen Ir H Mukhlis, ST, Ketua TP-PKK Bireuen Sadriah, SKM MKM serta jajaran pejabat Pemkab Bireuen.
Setibanya di lokasi sekolah SDN 7 Jangka, Wapres Gibran mendengarkan pemaparan teknis mengenai progres revitalisasi fasilitas pendidikan pasca-bencana banjir yang menerjang wilayah Bireuen dan Provinsi Aceh.
Baca juga: Kunjungi Bireuen, Wapres Gibran Pastikan Progres Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum
Selanjutnya Wapres disertai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr Muslim, MSi dan pejabat terkait lainnya meninjau satu persatu ruang sekolah itu dan mendengar penyampaian dari pejabat bersangkutan.
Paparan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pendampingan Kerja Sama Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen dan Kodam Iskandar Muda (Kodam IM) TNI-AD, Letkol Inf Arinu Sinurat.
Letkol Inf Arinu Sinurat, yang juga menjabat sebagai Dansecaba Rindam IM, menjelaskan bahwa pasca-bencana banjir hidrometeorologi, Kodam IM dipercaya melaksanakan program swakelola tipe 2 untuk memulihkan 188 titik sekolah yang terdampak di Provinsi Aceh.
Program pemulihan ini mencakup: Direktorat PAUD: 41 titik sekolah, Direktorat SD: 125 titik sekolah, Direktorat SMP: 17 titik sekolah, Direktorat SMA: 6 titik sekolah dengan skala rusak 65 persen dan rusak total.
"SDN 7 Jangka merupakan salah satu penerima bantuan dari Direktorat SD dengan alokasi dana revitalisasi sebesar Rp 1,1 miliar," jelas Letkol Inf Arinu Sinurat.
Melalui anggaran tersebut, SDN 7 Jangka mendapatkan perbaikan menyeluruh yang meliputi pembangunan satu unit ruang perpustakaan, perbaikan enam ruang kelas belajar, dua paket penataan lingkungan, satu paket fasilitas toilet, serta pengadaan mebiler lengkap berupa 28 set meja dan kursi untuk setiap ruang kelas.
Lebih lanjut, pengerjaan di lapangan mencatatkan percepatan signifikan.
Baca juga: Wapres Gibran Turun Langsung Tinjau Sekolah, Huntara, dan RSUD di Aceh Tamiang
Dari target awal sebesar 78 persen, progres riil di lapangan telah mencapai 88 persen, sehingga sebagian fasilitas gedung sekolah sudah dapat digunakan kembali untuk proses belajar mengajar.
Usai menerima paparan, Wapres didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., meninjau satu per satu ruang kelas guna memastikan kualitas bangunan serta kesiapan fasilitas penunjang belajar.
Kepala SDN 7 Jangka, Mariana, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan bahwa banjir sempat merendam sekolah dengan lumpur tebal dan merusak berbagai fasilitas pendukung.
“Alhamdulillah saat ini gedung SDN 7 Jangka sudah dapat difungsikan setelah direhab atau direvitalisasi pemerintah.
Saat ini, sekolah yang memiliki 95 murid dan 18 tenaga pengajar tersebut telah beroperasi normal kembali.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Presiden.
Kami berharap perhatian dari pemerintah pusat terus berlanjut agar kualitas pendidikan di daerah pesisir seperti sekolah kami dapat terus berkembang," pungkas Mariana.
(Serambinews.com/Yusmandin Idris)
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah di Aceh Barat, Seorang Warga Luka Bakar dan Kerugian Capai Rp300 Juta
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Buka Puasa Bersama di Aceh Tamiang, Fokus Pemulihan Pascabanjir