TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Proyek pembangunan trotoar di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Pasalnya, bagi pengendara atau pengguna jalan, proyek tersebut justru membuat jalan raya menyempit dan menimbulkan kemacetan.
Namun lain di mata pejalan kaki, trotoar di Jalan Pemuda justru membuat akses mereka menjadi nyaman dan aman.
Baca juga: Hari Pertama Uji Coba Penutupan U-Turn, Jalan Kartini Depok Tetap Alami Kemacetan Parah
Pantauan di lokasi, proyek trotoar di Jalan Pemuda membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Jalan ini menjadi penghubung alternatif antara Jalan Kartini dan Jalan Siliwangi yang kerap menjadi titik kemacetan di wilayah Kota Depok.
Dari depan Puskesmas Pancoran Mas, tampak lebar trotoar masing-masing sisi kanan dan kiri sekitar dua meter.
Sedangkan, lebar jalan raya di tengahnya hanya sekitar empat meter yang terbagi menjadi jalur.
Keluhan terkait penyempitan jalan disampaikan oleh seorang pengemudi sepeda motor, Heri.
Menurutnya, ukuran jalan raya kini menjadi jauh lebih sempit dibandingkan kondisi sebelumnya.
"Sangat sempit, Bang," ujar Heri saat ditemui di lokasi, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya proyek pelebaran trotoar, lalu lintas di kawasan tersebut cenderung lancar dan hanya padat pada jam-jam tertentu.
Namun kini, pengerjaan proyek dinilai memperparah kondisi lalu lintas, terutama di jam sibuk.
"Paling kalau sore aja (macetnya). Paling kan di depan, pas dari sananya loh, pas ke stasiun arah sana," kata Heri.
Heri memandang proyek ini memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi memberikan kerapian bagi pejalan kaki, namun di sisi lain memicu kemacetan bagi para pengendara.
"Ya ada bagusnya, ada enggaknya. Ya kalau sekarang (bikin macet) iya, mungkin karena masih pembangunan kali ya," tuturnya.
Kondisi sebaliknya dirasakan oleh para pejalan kaki. Salah satu warga yang sering melintas, Alina Feni, menyambut positif perbaikan dan pembuatan jalan khusus pejalan kaki tersebut.
Menurutnya, sebelum ditata, kawasan Jalan Pemuda cukup sulit dan berbahaya untuk dilintasi pejalan kaki.
"Ya bagus ya, kalau semakin dirapiin seperti ini jadi pejalan kaki tuh bisa ada aksesnya. Kan sebelumnya sulit untuk jalan seperti ini," kata Alina.
Alina mengungkapkan bahwa kondisi jalur pejalan kaki sebelumnya tergolong tidak layak dan minim perawatan.
Mengenai tuduhan bahwa proyek ini menyebabkan jalan raya makin sempit, ia beranggapan hal itu bergantung pada ketertiban para pengguna jalan.
"Ya tidak baik ya (kondisi sebelumnya), karena jalanannya kurang rata seperti ini, kurang diperbaiki gitu. (Soal jalan menyempit) Ya itu tergantung pengendara atau pengguna jalan. Kalau bisa tertib, kenapa tidak, gitu," jelasnya.
Sebagai warga yang melintas sepekan sekali di kawasan tersebut, Alina merasa keberadaan trotoar baru sangat membantu menjamin keselamatan warga dari lalulalang kendaraan.
"Sangat membantu gitu, jadi kalau ada motor atau mobil lewat, pejalan kaki khusus untuk pejalan kaki di sini. Ya semoga proyeknya lancar-lancar saja, dan bagus juga buat pejalan kaki," pungkasnya. (m38)