Prabowo Sedih! Negara Kecil Cape Verde Bisa ke Piala Dunia, Indonesia Belum!
Joanita Ary August 07, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa prihatin karena Indonesia hingga kini belum berhasil menembus putaran final Piala Dunia.

Padahal, menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang seharusnya memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet sepak bola berkualitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di hadapan sekitar 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku sepak bola menjadi salah satu contoh yang menggambarkan masih adanya pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bangsa Indonesia.

Menurut dia, besarnya jumlah penduduk belum otomatis berbanding lurus dengan prestasi di tingkat dunia.

"Saya sangat sedih terus terang saja, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," kata Prabowo.

Kepala Negara menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi dan tidak sekadar menerima kenyataan bahwa Indonesia belum mampu bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Prabowo juga menyoroti fakta bahwa sejumlah negara dengan jumlah penduduk jauh lebih sedikit justru mampu tampil di panggung Piala Dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh besarnya populasi, melainkan juga oleh kualitas tata kelola, pembinaan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia.

"Kenapa negara-negara yang kecil bisa masuk Piala Dunia? Itu yang harus kita pelajari," ujarnya.

Ia mencontohkan negara-negara kecil yang mampu mencatatkan prestasi di sepak bola internasional meski memiliki keterbatasan jumlah penduduk.

Fenomena itu, kata Prabowo, semestinya menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk memperbaiki sistem pembinaan olahraga secara menyeluruh.

Prabowo menegaskan bahwa budaya belajar dan melakukan evaluasi merupakan kunci agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di berbagai sektor, termasuk olahraga.

Ia berharap semangat untuk terus berbenah tidak hanya diterapkan dalam bidang sepak bola, tetapi juga dalam pembangunan nasional secara keseluruhan.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia dan jumlah penduduk yang melimpah.

Karena itu, ia meyakini berbagai capaian yang selama ini belum diraih dapat diwujudkan apabila seluruh pihak mau memperbaiki sistem, meningkatkan disiplin, dan mengedepankan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta riset.

Pidato tersebut disampaikan di hadapan para peneliti BRIN sebagai bagian dari penekanan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa pola pikir ilmiah, evaluasi yang jujur, dan kemauan untuk belajar dari keberhasilan negara lain menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di berbagai bidang, termasuk prestasi olahraga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.