TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Isu mengenai becak listrik yang dinilai rentan mengalami kerusakan mendapat tanggapan langsung dari para pengemudinya di lapangan.
Para pengayuh becak menegaskan, keberadaan kendaraan ramah lingkungan tersebut hingga kini masih sangat diandalkan untuk mengais rezeki sehari-hari.
Salah seorang pengemudi becak listrik, Juwari, menuturkan, armada becak listrik yang dioperasikannya sejak tahun 2023 lalu masih beroperasi dengan baik.
Menurutnya, kendala teknis atau kerusakan merupakan hal yang wajar dalam penggunaan kendaraan harian, namun tidak pernah sampai melumpuhkan aktivitas.
"Masih lancar, masih eksis dipakai sampai sekarang. Terkadang kalau ada yang rusak ya diperbaiki, setelah itu sudah bisa jalan lagi untuk bekerja," ujarnya, Jumat (7/8/26).
Juwari menjelaskan, perawatan berkala menjadi kunci utama supaya becak listrik tetap beroperasi optimal, dan tidak mengganggu kelancaran mengais nafkah.
Kerusakan yang terjadi selama ini pun dinilai masih dalam batas wajar dan dapat ditangani dengan cepat tanpa membutuhkan waktu yang relatif lama.
"Enggak ada kendala yang sampai memberhentikan pekerjaan sehari-hari, begitu. Jadi, selama ini tetap lancar, tetap bisa kerja, jalan terus," terangnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pengayom Becak Listrik, Paimin, yang didapuk membina para pengemudi becak listrik di seputaran Yogyakarta.
Pihaknya, memastikan koordinasi perbaikan armada senantiasa dilakukan secara cepat supaya kendaraan tidak sampai mangkrak dan dianggurkan begitu saja.
"Kalau ada kendala itu langsung diperbaiki, jangan sampai hanya diparkir. Prinsipnya terus dirawat supaya bisa langsung dipakai buat cari duit lagi," katanya.
Bahkan, Paimin menyebut, beberapa perawatan dan peningkatan kualitas dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pengemudi becak listrik.
Salah satunya adalah modifikasi dan penguatan sistem pengereman, demi menunjang keselamatan operasional mengangkut penumpang sehari-hari.
"Kemarin rem cakramnya kan agak tipis, kalau pas hujan licin. Nah, sekarang sudah diganti yang lebih besar. Begitu direm langsung berhenti presisi. Kebanyakan teman-teman juga ikut menyesuaikan," tuturnya.
Selain keandalan mesin yang terjaga lewat perawatan rutin, Paimin bilang, respons para wisatawan atau penumpang pengguna becak listrik sejauh ini sangat positif.
Meski kerap ada keraguan awal dari penumpang terkait kekuatan saat melintasi jalan menanjak, performa becak listrik terbukti ampuh menjawab keraguan.
"Rata-rata sebelum naik penumpang tanya, 'kuat enggak Pak nanti kalau nanjak?'. Tapi setelah jalan dan digenjot, mereka malah bilang enak, halus, nyaman. Jadi kesan penumpang sangat bagus," pungkasnya. (aka)