Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta sebagai upaya memperkuat layanan rujukan kesehatan bagi masyarakat Papua, khususnya suku Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan dan masyarakat Papua lainnya.
Penandatanganan perpanjangan kerja sama tersebut dilakukan pada Senin (27/7/2026) di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan perpanjangan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen mereka sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia untuk meningkatkan akses layanan ortopedi dan rehabilitasi medik yang komprehensif.
Baca juga: Nekat Selundupkan Ganja Kering Lewat Bandara Sentani, Penumpang Tujuan Yahukimo Dibekuk Petugas
Selain memperpanjang kerja sama dengan RS Ortopedi Soeharso, YPMAK juga melakukan penjajakan dengan sejumlah rumah sakit di Solo dan Yogyakarta guna memperluas jaringan layanan rujukan kesehatan.
"Kami bersama pengurus, Pak Ferry selaku Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program, dan Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Kesehatan mengunjungi beberapa rumah sakit di Solo dan Yogyakarta. Tujuan utama kami adalah memperpanjang PKS dan melakukan penjajakan dengan rumah sakit lainnya agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik," kata Leonardus.
Menurutnya, kerja sama dengan RS Ortopedi Soeharso tetap dilanjutkan karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan ortopedi masih cukup tinggi, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan tulang akibat kecelakaan maupun kondisi medis lainnya.
Baca juga: Festival Budaya Lembah Baliem Ke-34 Dibuka, Jayawijaya Unjuk Kekayaan Adat ke Dunia
Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 15 masyarakat sedang menjalani layanan rujukan di rumah sakit tersebut.
"Sebagian sudah kembali ke Papua, sementara yang lain masih menjalani kontrol. Bahkan ada pasien yang sudah lebih dari lima tahun menjalani pendampingan, dan kami akan terus membantu mereka," ujarnya.
Leonardus mengatakan hasil kunjungan ke rumah sakit juga menunjukkan masyarakat penerima manfaat merasa menerima perhatian dan pendampingan selama menjalani pengobatan.
"Masyarakat menyampaikan apresiasi karena mereka tidak merasa ditinggalkan. Mereka tetap mendapat pendampingan dari YPMAK dan dukungan penuh dari rumah sakit selama proses pengobatan berlangsung," katanya.
Baca juga: Perkuat Hak OAP, MRP Papua Tengah dan Pemkab Puncak Jaya Padukan Persepsi Soal Implementasi Otsus
Melalui kerja sama tersebut, YPMAK berharap masyarakat dapat terus memperoleh layanan kesehatan rujukan yang berkualitas, tepat waktu, dan berkesinambungan. (*)