Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara mengenai rumah sakit dan alasan pasien BPJS yang viral di media sosial mesti menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruangan perawatan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengungkapkan pasien tersebut harus menunggu selama delapan jam karena membutuhkan perawatan di ruang High Care Unit (HCU) yang jumlahnya terbatas di RSCM. Mengingat RSCM yang merupakan pusat rujukan nasional maka kemungkinan besar ruangan di sana penuh sangat besar.
"Tapi apa harus menunggu 8 jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," jelas Azhar mengutip Antara.
Pasien BPJS yang viral tersebut mesti masuk ruang HCU, bukan kamar rawat inap biasa karena kondisi kesehatan yang tidak bisa disebutkan disertai keganasan. Pihak keluarga pun sudah memahami terkait hal ini.
Sebelumnya, seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yusrizal Tri Chaerawan menuliskan pengalamannya menunggu ruang perawatan di media sosial Threads. Yurizal saat itu menuliskan bahwa ia belum mendapatkan ruangan setelah delapan jam di rumah sakit.
"8 jam blm dpt ruangan, gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal pada 22 Juli 2026.
Unggahan itu dibalas dengan komentar bernada negatif oleh sejumlah akun yang diduga berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named). Komentar-komentar itu lantas mendapat sorotan publik.
Sepekan lebih sesudah Yurizal menulis pesan itu, sepupu Yurizal, Hilda Aprianti Perdana, melalui akun media sosial milik almarhum pada Sabtu (1/8/2026). Dalam unggahannya, Hilda menyebut Yurizal meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026).
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat banget. Maafin sepupu saya kalua curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita-cerita ke mana, bahkan ke keuarga, apa-apa nyimpen sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis Hilda.