Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi membuka Festival PAUD Kreatif Tahun 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (7/8/2026).
Festival yang mengusung tema "Mewujudkan Anak Indonesia yang Kreatif, Ceria, Berkarakter, dan Cinta Budaya" itu menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk menampilkan bakat, sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Dalam sambutannya, Hermus Indou mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Festival PAUD Kreatif serta memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, tenaga pendidik, dan orang tua yang telah mendukung kegiatan tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari dan keluarga, kami mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Festival PAUD Kreatif," kata Hermus.
Baca juga: Gubernur Papua Tiba di Fakfak Papua Barat, Siap Hadiri Perayaan 666 Tahun IMTP
Menurutnya, anak merupakan aset paling berharga bagi keluarga maupun bangsa sehingga harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang baik sejak usia dini.
"Anak-anak adalah kebanggaan kita. Hari ini mereka mungkin masih bernyanyi, menari, bermain, dan belajar, tetapi 20 hingga 40 tahun mendatang mereka akan menjadi pemimpin, dokter, guru, pengusaha, ulama, atlet, bahkan presiden. Masa depan bangsa ada di tangan mereka," ujarnya.
Hermus mengatakan peringatan HUT ke-81 RI dengan tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" harus menjadi momentum memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, cita-cita Indonesia yang maju hanya dapat terwujud apabila anak-anak dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas sejak masa emas pertumbuhan mereka.
"Jangan pernah menganggap pendidikan anak usia dini sebagai sesuatu yang kurang penting. Justru pada masa inilah karakter, kecerdasan, kreativitas, disiplin, keberanian, toleransi, dan kecintaan kepada bangsa mulai dibentuk," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hermus menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh peserta Festival PAUD Kreatif.
Pertama, mendorong lahirnya anak-anak yang kreatif dengan memberikan ruang untuk bermain, bertanya, berimajinasi, menggambar, bernyanyi, dan menciptakan berbagai karya.
Kedua, menciptakan anak yang ceria melalui lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat yang aman, ramah, serta menyenangkan.
Ketiga, membangun karakter anak dengan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, menghormati orang tua dan guru, serta menghargai perbedaan sejak dini.
Baca juga: Pengadilan Tinggi Papua Barat Gelar Jalan Santai dan Pekan Olahraga Sambut HUT RI dan MA ke-81
Keempat, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui pengenalan bahasa daerah, tarian tradisional, lagu daerah, cerita rakyat, pakaian adat, hingga makanan khas Papua Barat.
"Saya ingin bertanya kepada para orang tua, apakah di rumah anak-anak sudah diajarkan bahasa daerah? Budaya harus diwariskan sejak usia dini agar tidak hilang di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, mengatakan Festival PAUD Kreatif diisi dengan berbagai perlombaan edukatif yang bertujuan mengembangkan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri anak.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah lomba busana adat, busana kasual, dan busana profesi, yang diikuti peserta didik PAUD dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Manokwari.
Menurut Febelina, kreativitas anak lahir melalui kesempatan untuk bermain, berkarya, dan berimajinasi. Sementara pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan guru.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas, ramah anak, serta mampu mencetak generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya daerah.
Festival PAUD Kreatif 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan keluarga dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini sebagai investasi menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (*)