Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Fenomena El Nino dan kemarau panjang yang menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kian memprihatinkan.
Di Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, sedikitnya seribu penduduk kini terjebak dalam krisis air bersih yang telah berlangsung selama setengah tahun.
Dampak kekeringan yang berkepanjangan ini melumpuhkan pasokan air sumur maupun sumber mata air lokal.
Pada awal masa kemarau, sejumlah warga bahkan terpaksa menyaring dan memanfaatkan sisa-sisa air dari saluran drainase untuk keperluan harian.
Baca juga: Kekeringan Makin Meluas di Cirebon, 9 Desa Kini masuk Zona Rawan, Mulai krisis Air Bersih
Namun, lonjakan suhu ekstrem akhirnya membuat aliran selokan di kawasan permukiman tersebut surut hingga mengering sepenuhnya.
Hilangnya akses air bersih berimbas langsung pada lonjakan pengeluaran rumah tangga. Demi bertahan hidup, warga yang tak memiliki tabungan air terpaksa membeli air galon kemasan setiap hari untuk kebutuhan memasak dan konsumsi harian.
Salah seorang warga setempat, Fitriani (32), menuturkan bahwa ketiadaan hujan membuat kondisi lingkungan makin menekan perekonomian warga.
"Kami sangat sulit pak, karena tidak ada hujan. Air selokan juga tidak jalan, jadi sangat sulit. Kalau tidak ada bantuan air bersih, saya harus membeli air satu galon seharga Rp6 ribu," ujar Fitriani, Jumat (7/8/2026).
Fitriani menambahkan bahwa bantuan air bersih yang disalurkan ke wilayahnya menjadi penolong utama masyarakat untuk menopang berbagai kebutuhan rumah tangga.
Tadi pagi, ribuan warga di sana mendapatkan bantuan pasokan air bersih yang dikirim dalam tangki oleh seorang pengusaha.
Bantuan itu pun membuat warga semringah, warga juga nampak antre membawa galon dan tempat lain untuk menampung bantuan air bersih yang akan mereka pakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Kekeringan Parah Terjang Pangandaran, BPBD Gelontorkan 215 Ribu Liter Air Bersih ke 16 Desa
"Kalau ada bantuan seperti ini sangat membantu sekali. Air bersih ini tidak hanya untuk minum, tapi juga untuk memasak, mencuci, dan keperluan lainnya," kata Fitriani.
Saat ini, warga Cikiwul Tonggoh sepenuhnya menggantungkan harapan pada pasokan air bersih dari armada tangki bantuan.
Distribusi air dari pemerintah maupun pihak dermawan menjadi benteng terakhir masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi sebelum musim hujan tiba.
Diketahui, bantuan air bersih tadi pagi dikirim oleh Ade Muhammad Drajat (57), salah seorang pengusaha asal Cibadak.
"Alhamdulillah Jumat ini ada pengusaha membantu kami, ini sangat bagi warga, kami sangat berterimakasih," ucap Fitriani.*