SURYA.co.id, SURABAYA – Euforia keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 dipastikan tidak akan dirayakan dengan konvoi keliling Kota Surabaya.
Manajemen Bajul Ijo memilih mengalihkan perayaan bersama Bonek dan Bonita ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 15 Agustus 2026 saat laga uji coba internasional menghadapi Penang FC.
Keputusan tersebut diambil meski Persebaya baru saja mencatat sejarah dengan meraih gelar pertama Piala Presiden sekaligus memborong sejumlah penghargaan individu dan nonteknis.
Manajer Persebaya Sidiq Maulana Tualeka atau Alex Tualeka menegaskan tidak ada agenda penyambutan maupun konvoi juara di Surabaya.
"Tak ada Konvoi Juara. Sampai jumpa di GBT 15 Agustus 2026, kita rayakan kebersamaan di sana," kata Alex Tualeka, Jumat (7/8/2026).
Laga melawan Penang FC nantinya menjadi uji coba internasional terakhir Persebaya sebelum mengawali Super League 2026/2027.
Baca juga: Kiper Reza Arya : Persebaya Juara Berkat Kerja Keras Seluruh Pemain
Tokoh Bonek Husein Ghozali alias Cak Cong juga meminta suporter menghormati keputusan manajemen.
"Info dari Persebaya gak ada penyambutan. Karena pemain masih liburan di Bali," ujarnya.
Persebaya Borong Penghargaan
Selain mengangkat trofi juara, Persebaya juga mendominasi penghargaan pada Piala Presiden 2026.
Kapten tim Francisco Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Sementara Bonek mendapat penghargaan sebagai suporter terbaik.
Tak hanya itu, laga Persebaya juga menjadi magnet penonton, baik di stadion maupun layar kaca.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, mengungkapkan pertandingan final Persib Bandung melawan Persebaya menjadi program televisi nomor satu sepanjang 2026 sekaligus mencatatkan rating tertinggi sepanjang sejarah Piala Presiden sejak 2015.
Sebelumnya, laga Persebaya melawan Persija Jakarta di Stadion GBT juga mencatat rating hingga 7 persen.
"Piala Presiden kali ini memang sangat luar biasa, bukan hanya suporter di stadion yang sangat luar biasa, namun penonton di TV juga mengalami peningkatan," kata Harsiwi.
Antusiasme juga terlihat dari jumlah penonton di Stadion GBT.
Pertandingan Persebaya kontra Persija pada 26 Juli dihadiri 34.878 penonton, melampaui laga pembuka Persib Bandung melawan Arema FC yang disaksikan 23.756 penonton.
Sementara laga Persebaya menghadapi Port FC juga dihadiri 27.865 penonton.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait menilai tingginya animo publik tak lepas dari kekuatan basis suporter klub-klub peserta.
"Piala Presiden ini pertandingan klub-klub luar biasa, dengan basis suporter sangat kuat," ujarnya.
CEO Persebaya Azrul Ananda menyebut keberhasilan di Piala Presiden menjadi hasil kerja bersama seluruh elemen klub, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, staf, suporter, sponsor hingga berbagai pihak yang mendukung perjalanan tim.
"Kami bangga bisa mencatatkan sejarah di Piala Presiden ini. Walaupun ini masih pramusim, saya bisa merasakan betapa besarnya kebahagiaan yang telah diberikan Persebaya kepada semua pihak yang mencintainya," kata Azrul.
Menurutnya, gelar pramusim ini menjadi motivasi untuk mengejar target yang lebih besar pada musim 2026/2027, yakni menjuarai Super League sebagai kado menuju perayaan 100 tahun Persebaya pada 2027 mendatang.
Persebaya sendiri menjalani pramusim yang padat. Setelah bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang pada laga 99th Anniversary Game, Bajul Ijo melanjutkan perjuangan di Piala Presiden 2026 dengan jadwal pertandingan yang rapat hingga akhirnya sukses keluar sebagai juara untuk pertama kalinya.