Jamin Akses Pembiayaan Lebih Mudah, Menteri PKP Ara Dorong Penyerapan KUR Perumahan
Titis Jati Permata August 07, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan terus menunjukkan tren positif.

Hingga 31 Juli 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah merealisasikan penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen dari target tahun ini yang mencapai Rp12 triliun.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. 

Menurutnya, keberhasilan penyaluran KUR Perumahan menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah menaikkan plafon program tersebut dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.

Pemerintah Naikkan Plafon KUR Perumahan

Saat meninjau penerima manfaat KUR Perumahan bersama BRI di Surabaya, Jumat (6/8/2026), Maruarar yang akrab disapa Ara mengatakan KUR Perumahan menjadi satu-satunya program KUR yang memperoleh tambahan plafon dari pemerintah.

"Di kantor Menko, saya dipanggil bersama para menteri lainnya yang memiliki program KUR. Dari seluruh program tersebut, hanya KUR Perumahan yang plafonnya ditingkatkan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar," ujar Ara kepada SURYA.co.id

Ia berharap peningkatan plafon tersebut diikuti dengan optimalisasi penyaluran agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pembiayaan perumahan.

BRI Jadi Penyalur Terbesar KUR Perumahan

Ara juga memberikan apresiasi kepada BRI yang menjadi bank dengan penyaluran KUR Perumahan terbesar di Indonesia.

Ia bahkan meminta jajaran direksi memberikan penghargaan kepada tim yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.

"Tolong kepada jajaran direksi, tim KUR yang berprestasi juga diberikan penghargaan. Dengan begitu, KUR Perumahan akan semakin maju dan menjangkau lebih banyak masyarakat," katanya.

KUR Tak Sekadar Bangun Rumah

Menurut Ara, manfaat KUR Perumahan tidak hanya membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui akses pembiayaan yang lebih mudah.

Ia menegaskan pembangunan sektor perumahan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Jangan hanya berpikir membangun rumah, tetapi juga harus membangun ekonomi keluarga. Kita harus melihat persoalan secara utuh," ujarnya.

Ara juga mengingatkan, pinjaman KUR bagi pelaku UMKM di bawah Rp100 juta tidak diperbolehkan meminta agunan sesuai kebijakan pemerintah.

"Kalau masih ada yang meminta jaminan, laporkan kepada saya. Ini kebijakan negara agar masyarakat mendapatkan pembiayaan yang mudah, murah, dan cepat. Negara harus hadir melawan praktik rentenir," tegasnya.

Penyaluran Tembus Rp 410 Miliar untuk Closing Debitur

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan perseroan terus memperkuat dukungan terhadap Program KUR Perumahan melalui kolaborasi dengan seluruh ekosistem perumahan.

Hingga 3 Agustus 2026, BRI mencatat closing penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp410 miliar kepada 1.621 debitur.

Sementara secara kumulatif hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran mencapai Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

"Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Program KUR Perumahan. BRI akan terus mendukung program-program pemerintah, termasuk Program KUR Perumahan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau," kata Aris.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.