Mengenal Indra Wargadalem, Eks Ketua Yayasan di Balik Ruangan 995 Senpi
Laksmi Anindita August 07, 2026 04:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Sosok Indra Wargadalem menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan ruangan di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang ditemukan menyimpan 995 senjata api dan sejumlah barang lainnya.

Indra diketahui merupakan eks Ketua Pengurus Yayasan di sekolah tersebut. Ia disebut telah diberhentikan dari jabatannya sejak 18 April 2026.

Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto, menjelaskan pemberhentian Indra berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana yayasan untuk kepentingan pribadi.

"Jadi alasan dipecat itu adalah karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi. Jadi yayasan uangnya diambil kemudian dibeli untuk membeli tanah, ternyata tanah itu bergeser atas nama istrinya," kata Hermawanto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Hermawanto mengatakan pihak yayasan kemudian memberhentikan Indra dan menonaktifkan istrinya dari status sebagai anggota pembina yayasan.

"Atas dasar itulah maka dua orang, ketua kami berhentikan sementara, kemudian si istrinya itu juga kami nonaktifkan dari status dia sebagai anggota pembina. Jadi dua alasan itu kami berhentikan," sambungnya.

Namun, tudingan penyalahgunaan dana tersebut masih merupakan klaim dari pihak yayasan dan tengah berproses dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca juga: Sosok Indra Wargadalem Disorot, Ruangannya Jadi Lokasi Temuan 995 Senjata

Hermawanto menjelaskan, setelah Indra diberhentikan, sejumlah kunci ruangan dibawa oleh pihak tersebut sehingga yayasan tidak memiliki akses ke beberapa ruangan.

"Dipecat itu pada tanggal 18 bulan April tahun 2026. Dipecat terus kemudian kunci semua dibawa sama mereka. Jadi kami tuh hanya punya akses kunci terhadap ruang kelas saja, tapi ruang-ruang Ketua, ruang-ruang Ketua Yayasan dan beberapa hal itu tidak punya akses, semua kunci dibawa sama mereka," tutur Hermawanto.

Pihak sekolah kemudian meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Saat ruangan tersebut dibuka, ditemukan 995 senjata api dan airsoft gun, narkoba, serta kaset film bermuatan pornografi.

Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian aparat. Namun, berdasarkan naskah sumber, belum ada keterangan yang menyatakan Indra sebagai pemilik atau pihak yang terbukti menguasai barang-barang tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.