TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Suasana kawasan Masjid Islamic Center Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (7/8/2026), dipenuhi aktivitas gotong royong.
Ratusan orang turun langsung membersihkan kawasan tersebut dalam kegiatan Gerakan Langit Biru yang digelar DPC Partai Demokrat Tarakan.
Ketua DPC Partai Demokrat Tarakan, Herman Hamid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi DPP Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Gerakan Langit Biru tersebut mengusung tema Indonesia Asri dan diarahkan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
"Kegiatan hari ini gerakan Langit Biru, instruksi DPP se-Indonesia dengan tema Indonesia Asri yang merupakan program dari Bapak Presiden Prabowo," ucap Herman Hamid.
Di Kota Tarakan, kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri.Demokrat memilih berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tarakan yang sebelumnya juga memiliki program Safari Gotong Royong. Titik kegiatan kemudian ditetapkan di kawasan Masjid Islamic Center Tarakan.
"Sehingga kami berkolaborasi menetapkan titik di Masjid Islamic Center," ujarnya.
Baca juga: Komitmen Partai Demokrat Kabupaten Malinau di Usia Perak, Bergerak Bersama Rakyat Lewat ASRI
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan tidak hanya kader Demokrat.
Herman menyebut lebih dari 100 pengurus dan kader Demokrat ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Di luar kader partai, kegiatan juga melibatkan jajaran Pemerintah Kota Tarakan, hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga sejumlah organisasi masyarakat.
Jika seluruh unsur yang terlibat digabungkan, jumlah peserta mencapai sekitar 400 orang.
"Kami dari pengurus hampir semua, ada 100 lebih yang turut hadir. Terus dari Pemkot hampir seluruh OPD, Forkopimda, LPM, dan LSM dan beberapa ormas yang ikut hadir," jelas Herman.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting karena pesan yang ingin dibangun bukan hanya menjadi tanggung jawab satu organisasi.
Kebersihan lingkungan, kata dia, membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Gerakan Langit Biru yang dilaksanakan Demokrat bukan kegiatan satu kali.Herman menyebut program tersebut berlangsung selama delapan minggu.
Program dimulai pada 8 Juli 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 28 Agustus 2026.
"Program ini 8 minggu, kemarin mulainya dari 8 Juli, berakhir di 28 Agustus," katanya.
Setiap kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat. Menurut Herman, penetapan Jumat bukan keputusan lokal, melainkan bagian dari instruksi pelaksanaan Gerakan Langit Biru yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
"Hari sudah ditetapkan, Jumat. Jumat Bersih, serentak se-Indonesia. Jadi kegiatan ini serentak seluruh Indonesia setiap Jumat," ungkapnya.
Baca juga: Sambut HUT ke-25, DPC Partai Demokrat Bulungan Kerja Bakti di Lokasi Wisata Gunung Putih
Herman Hamid mengatakan, Kota Tarakan dijadwalkan kembali menjadi lokasi kegiatan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Tanggal tersebut sekaligus menjadi kegiatan penutup rangkaian Gerakan Langit Biru selama delapan minggu.
Menariknya, agenda tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Safari Gotong Royong Pemerintah Kota Tarakan.
Karena itu, Herman membuka kemungkinan kegiatan penutup tersebut kembali digelar bersama Pemkot Tarakan.
"Insyaallah Kota Tarakan itu terakhir kena lagi di tanggal hari Jumat, 28 Agustus. Dan insyaallah mungkin bersama-sama lagi dengan pemerintah yang kebetulan Safari Gotong Royongnya tepat di tanggal 28 Agustus," ujarnya.
Untuk lokasi, ia menyebut kawasan Sekolah Rakyat di wilayah Tarakan Utara menjadi salah satu lokasi yang kemungkinan dipilih.
"Dan kemungkinan bersama-sama membersihkan kawasan Sekolah Rakyat, seperti itu di Tarakan Utara," lanjut Herman.
Selain menjalankan instruksi DPP, kegiatan sosial dan lingkungan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Herman mengatakan usia ke-25 Demokrat akan diperingati pada 9 September 2026.
"Iya, rangkaian HUT Demokrat yang ke-25 di tanggal 9 September," katanya.
Karena itu, kegiatan gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu cara Demokrat Tarakan menyambut momentum tersebut. Herman berharap semangat yang dibangun melalui Gerakan Langit Biru tidak berhenti ketika program delapan minggu berakhir.
Ia ingin kepedulian terhadap kebersihan tetap menjadi kebiasaan masyarakat di tengah kesibukan masing-masing.
"Harapannya tentu sama dengan harapan Bapak Presiden Prabowo, harapan ya kan Ketum kami, Pak AHY, supaya bentuk kepedulian, gotong royong, kebersihan itu tidak dengan kesibukan kita lupa untuk selalu peduli dengan kebersihan, keindahan," tuturnya.
Menurut Herman Hamid, gotong royong menjadi cara sederhana untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.
Terlebih, kegiatan tersebut mempertemukan kader partai, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga masyarakat dalam satu aktivitas yang sama.
Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan dan tidak hanya muncul ketika ada momentum tertentu.
"Supaya apa, bentuk kepedulian, gotong royong, kebersihan itu tidak dengan kesibukan tidak lupa kita untuk selalu peduli dengan kebersihan, keindahan," tegasnya.
Dengan melibatkan sekitar 400 orang dalam kegiatan tersebut, Demokrat Tarakan ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah.
Kebersihan ruang publik juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Gerakan Langit Biru pun menjadi salah satu ruang bagi kader Demokrat bersama berbagai unsur di Tarakan untuk turun langsung, bergotong royong, dan merawat lingkungan secara bersama-sama.
(*)
Penulis: Andi Pausiah