TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, menghadirkan pusat pemilahan sampah terintegrasi, layanan Bank Sampah Drive-Thru.
Inovasi itu upaya memperkuat gerakan pemilahan sampah dari rumah.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat menyetorkan sampah yang telah dipilah.
Sekaligus memastikan proses penyortiran berjalan lebih optimal sebelum sampah diolah, didaur ulang, atau dikirim sebagai residu ke tempat pemrosesan akhir.
Program ini menjadi bagian dari dukungan Kelurahan Daya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber.
Dengan pemilahan yang baik, volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) diharapkan terus berkurang.
Lurah Daya, Andika Agrianto, mengatakan pusat pemilahan sampah tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara.
Fasilitas tersebut juga menjadi tempat penyortiran lanjutan untuk memastikan setiap jenis sampah tetap terpisah sesuai kategorinya.
"Konsepnya adalah memperkuat proses pemilahan yang sudah dilakukan masyarakat di rumah," kata Andika, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, masih sering ditemukan sampah yang telah dipilah kembali tercampur saat proses pengumpulan.
Karena itu, keberadaan pusat pemilahan dinilai penting agar kualitas pemilahan tetap terjaga hingga memasuki tahap pengolahan.
"Nantinya sampah yang dibawa ke pusat pemilahan akan kembali diperiksa dan dipilah berdasarkan jenisnya sehingga pengelolaannya menjadi lebih efektif," ujarnya.
Ia menjelaskan, sampah organik akan diarahkan untuk diolah menjadi kompos maupun produk bermanfaat lainnya.
Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi akan disalurkan melalui bank sampah untuk didaur ulang.
"Adapun sampah residu akan ditangani sesuai sistem pengelolaan yang berlaku," tuturnya.
Selain pusat pemilahan, Kelurahan Daya juga menyiapkan layanan Bank Sampah Drive-Thru.
Melalui konsep tersebut, warga cukup datang menggunakan kendaraan untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah tanpa harus turun dari kendaraan.
Konsep itu merupakan pengembangan dari inovasi Drive-Thru Sentra Tukar Sampah yang sebelumnya diperkenalkan Pemerintah Kota Makassar dengan memanfaatkan eks kontainer Covid-19.
Kehadiran layanan baru ini diharapkan membuat masyarakat semakin mudah menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai jual.
Andika menilai kemudahan akses menjadi salah satu kunci meningkatkan partisipasi masyarakat.
Semakin praktis layanan yang tersedia, semakin besar peluang warga membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
"Melalui fasilitas ini masyarakat tidak hanya lebih mudah menyalurkan sampah yang sudah dipilah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai jual," jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Kelurahan Daya terus mengajak warga membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik, anorganik, residu, maupun jenis sampah lainnya sesuai ketentuan pengelolaan.
"Kami berharap masyarakat terus mendukung dan membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Dengan begitu, sampah yang sampai ke tempat pengolahan sudah lebih terpilah sehingga lebih mudah dikelola dan memiliki nilai manfaat," harap Andika.
Ia menambahkan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi tujuan jangka panjang dari program tersebut.
Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Menurutnya, semakin banyak sampah yang berhasil dimanfaatkan kembali, semakin kecil pula beban yang masuk ke TPA.
Kondisi itu sekaligus mendukung target Pemerintah Kota Makassar meningkatkan tingkat daur ulang dan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.
"Melalui pembangunan pusat pemilahan sampah dan Bank Sampah Drive-Thru, kami optimistis budaya memilah sampah dari sumber akan semakin kuat di tengah masyarakat. Langkah ini juga mendukung upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA serta meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih bernilai," pungkasnya. (*)