POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Aksi unjuk rasa penambang yang sempat menghanguskan Kantor Unit Produksi dan Gudang GBT PT Timah Tbk di Kabupaten Belitung Timur perlahan mereda.
Berdasarkan pantauan Posbelitung.co di lokasi kejadian pada Jumat (7/8/2026) sore, kerumunan ribuan penambang mulai menyurut dan membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB.
Dari keterangan lapangan yang didapatkan tim Posbelitung.co, para penambang memilih memundurkan barisan untuk melihat langsung pembuktian dari komitmen yang sempat disampaikan perwakilan PT Timah saat aksi berlangsung.
Sebelumnya, pihak perusahaan melalui sosok yang mengaku sebagai pejabat pengamanan PT Timah berjanji di hadapan massa akan membuka kembali seluruh delapan pos/stasiun pembelian bijih timah pada sore hari ini.
Selain itu, pihak manajemen juga berjanji menetapkan standar harga beli bijih timah warga di angka Rp170 ribu per kilogram untuk Sn 72 ore.
Salah seorang peserta aksi, Ahman (59) menyebut kepulangan massa sore ini hanya sementara demi memastikan apakah janji yang diucapkan perusahaan benar direalisasikan.
"Kita lihat dulu, pos apakah benar-benar buka. Itu sih katanya tadi makanya pada mundur sejenak", ujarnya.
Langkah mundur massa ini menjadi jeda dari rangkaian kerusuhan mencekam yang telah melumpuhkan dua fasilitas vital milik PT Timah di Kecamatan Gantung sejak pagi hingga siang hari.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)