Popularitas Dedi Mulyadi Melesat, Muswil KAHMI Jabar Disebut Bisa Jadi Batu Pijakan Menuju Pilpres
Muhamad Syarif Abdussalam August 07, 2026 06:44 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingkat popularitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang melampaui Presiden Prabowo Subianto berdasarkan temuan sejumlah lembaga survei dinilai menjadi aset krusial untuk bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Gelombang dukungan agar mantan Bupati Purwakarta itu maju dalam kontestasi politik nasional pun kian deras.

"Pilpres 2029 mendatang, Jawa Barat bisa punya calon presiden potensial, ini angin segar," jelas Kundrat Kanda Permana aktivis yang pernah menjadi Ketua Bidang di Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, di Hotel Asrilia Bandung, Kamis (6/8/2026) malam.

Menurut Sekretaris Dewan Pakar KAHMI Garut tersebut, tingginya modal popularitas yang dimiliki KDM mesti ditopang oleh penyiapan rancangan infrastruktur politik secara matang sejak awal, baik oleh sang tokoh maupun basis massa pendukungnya di Tatar Sunda.

Oleh karena itu, agenda Pemilihan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat dipandang sebagai momentum krusial untuk meletakkan pondasi politik penunjang langkah KDM menuju 2029.

Pelaksanaan Pemilihan Presidium KAHMI Jawa Barat sendiri dijadwalkan berlangsung pada Jumat (7/8/2026). Kundrat menegaskan bahwa musyawarah ini memegang peranan strategis bagi KDM beserta publik Jawa Barat yang mendambakan figur kepemimpinan nasional asal daerahnya.

"Ada 16 alumni yang mencalonkan diri menjadi anggota presidium yang jumlahnya 7 orang," jelas Kundrat.

Di antara 16 nama alumni yang masuk dalam bursa pencalonan tersebut, Kundrat mencatat beberapa figur yang dikenal memiliki kedekatan emosional dan politik dengan KDM.

Keterkaitan ini membuat kontestasi pemilihan Presidium KAHMI Jabar sangat krusial, mengingat Jawa Barat merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia namun belum pernah mengusung capres asal daerah sendiri.

"Jabar kan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tapi belum pernah punya calon asli dari Jawa Barat, ini bisa jadi momentum buat KDM maju di Pilpres," jelasnya.

Kundrat mengamati bahwa susunan Presidium KAHMI Jabar tampaknya sengaja diproyeksikan sebagai salah satu pilar penopang jalan politik KDM menuju bursa capres. Hal ini terlihat dari masuknya deretan figur kepercayaan KDM dalam daftar pencalonan pengurus.

"Sepengetahuan saya, dari 16 calon yang ada, tiga calon orang dekat KDM yaitu Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein, Ahmad Hidayat anggota DPRD Jawa Barat dan Budi Kurnia ASN Pemprov Jabar," katanya.

Ketiga figur tersebut dinilai memiliki kans kuat untuk menembus jajaran Presidium KAHMI Jabar. Setelah terpilih, mereka diproyeksikan bakal membangun sinergi hingga tingkat Majelis Nasional KAHMI guna menggalang konsolidasi politik lintas daerah demi memuluskan kendaraan politik KDM menuju arena Pilpres 2029.

"Memang seharusnya begitu, presidium KAHMI ini infrastruktur politik penting, memang harus dikuasai KDM agar jalan makin terbuka di tingkat nasional," tegasnya.

HMI sendiri diakui sebagai salah satu wadah organisasi mahasiswa ekstra kampus tertua di tanah air yang telah melahirkan banyak kader tepercaya di berbagai instansi pemerintahan maupun partai politik. Seluruh alumni organisasi tersebut terwadahi secara terstruktur dalam wadah Korps Alumni mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga ranah nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.