Dramatis! Ibu Pembuang Bayi di Pangandaran Kabur dan Sembunyi di Dalam Gua
Dedy Herdiana August 07, 2026 07:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna 

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Seorang perempuan yang diduga menelantarkan bayi perempuannya di kawasan Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, melarikan diri ke dalam Gua Lembah Putri, Desa Putrapinggan, Jumat (7/8/2026).

Petugas gabungan hingga siang hari tadi masih berupaya mengevakuasi perempuan tersebut dari dalam gua.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Perempuan itu dikabarkan beberapa kali melakukan perlawanan saat petugas berusaha mengeluarkannya dari lokasi persembunyian.

Kondisi di dalam gua yang gelap gulita serta minim oksigen menjadi kendala utama dalam proses penyelamatan.

Kapolsek Kalipucang, Iptu Ridwan, mengatakan pihaknya belum dapat melakukan tindakan evakuasi secara maksimal karena mempertimbangkan keselamatan petugas maupun perempuan tersebut.

"Kami hanya memantau perkembangan lebih lanjut sambil menunggu bantuan datang," ujar Iptu Ridwan kepada sejumlah wartawan di lokasi gua Lembah Putri, Jumat (7/8/2026) siang.

Baca juga: Bayi 8 Bulan Diduga Ditelantarkan di Terminal Kalipucang, Ibu Titipkan Lalu Menghilang

Sementara, bayi anak perempuan tersebut saat ini sudah diamankan dan mendapatkan penanganan dari Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran.

Petugas gabungan pun terus berupaya mengevakuasi perempuan itu dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Peristiwa ini lanjutan dari penemuan seorang bayi perempuan yang diduga ditinggalkan orang tuanya di kawasan Terminal Kalipucang pada Kamis (6/8/2026).

Kapolres melalui Kapolsek Kalipucang Iptu Ridwan mengatakan, penemuan bayi berawal dari laporan seorang warga bernama Silvi Sukriyanti.

Berdasarkan keterangan pelapor, bayi tersebut ditemukan bersama seorang perempuan yang diduga ibu kandungnya di Musala Terminal Kalipucang.

"Menurut keterangan pelapor, perempuan itu sempat memandikan bayi di musala terminal. Saat diajak berkomunikasi, jawabannya tidak jelas atau ngelantur," katanya.

Menurutnya, perempuan tersebut kemudian menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar bayi dirawat selama 10 hari dan tidak diserahkan kepada siapa pun.

Namun, perempuan itu menolak memberikan identitasnya. Tak lama, ia meninggalkan lokasi sehingga warga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.