Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Semangat gotong royong warga Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, patut diapresiasi. Puluhan ibu-ibu turun langsung memikul pipa sepanjang 3 kilometer melewati medan berat demi menghadirkan aliran air bersih bagi kampung mereka.
Dengan penuh semangat, para emak-emak membawa pipa berukuran 2 dim dan 1 1/2 dim melintasi jalur terjal, mulai dari puncak bukit hingga menuruni lembah dan kali. Aksi ini dilakukan untuk mengalirkan air dari kawasan Nilo, Desa Wuliwutik, menuju permukiman warga Rotat.
Upaya tersebut dilakukan karena kebutuhan air bersih warga Rotat telah berlangsung puluhan tahun. Proyek air bersih Ibu Kota Kecamatan (IKK) Nita yang dimulai sejak 2023 belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Warga Dusun Rotat sebelumnya harus berjalan sekitar 3 kilometer menuju sumber mata air dengan debit yang terbatas. Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Disambut Hegong, Melki Mekeng Ikut Menari Bersama Siswa SMA Negeri Kangae Sikka
Edita Dua Lodan, warga Dusun Rotat, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya sumber air baru yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami sudah dari nenek moyang tidak pernah menikmati air yang sebersih dan secukup ini. Mudah-mudahan air ini bisa mencukupi kebutuhan warga Rotat dan Ladogahar," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Kini harapan warga mulai terwujud berkat kepedulian tokoh masyarakat Sikka, Suitbertus Amandus, yang merelakan 11 titik mata air di kebun pribadinya di kawasan Nilo untuk dialirkan secara gratis kepada warga Rotat seumur hidup.
Selain dukungan dari Amandus, gerakan gotong royong warga juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Rotat, Yakobus Jano, serta anggota DPRD Kabupaten Sikka asal Ladogahar, Yuslin Nursivin Dua Botha.
Sebelum proses pemasangan pipa dilakukan, warga terlebih dahulu menggelar ibadat sabda bersama Pastor Paroki di lokasi mata air, dilanjutkan dengan ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur agar seluruh proses berjalan lancar.
Bagi warga Rotat, hadirnya air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga harapan baru setelah lama menghadapi kesulitan mendapatkan air. Semangat gotong royong masyarakat menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. (Awk)