Remaja Mangkang Serang dan Rusak Motor Warga Weleri Kendal, 3 Orang Diamankan
rika irawati August 07, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Gerombolan remaja membawa senjata tajam berukuran panjang menyerang sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di Gang Korean, Desa/Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.

Kejadian ini pun viral setelah video kejadian ini diunggah di media sosial, Kamis (6/8/2026).

Dalam video terlihat, sekelompok remaja berusaha menyerang pemuda yang sedang duduk-duduk dengan mengacungkan senjata tajam yang dibawa.

Para pemuda ini pun berlarian menyelamatkan diri 

Sementara, sembari berteriak-teriak mengaku dari Mangkang, Kota Semarang, gerombolan itu kemudian merusak motor warga yang ada di lokasi. 

Usai merusak motor, para remaja tersebut pergi dan membiarkan motor yang telah dirusak tergeletak di jalan. 

"Waktu kejadian ya saya lagi nongkrong sama teman-teman."

"Tiba-tiba gerombolan kreak datang lalu menyerang kami dengan senjata tajam," kata Deni, satu di antara pemuda yang menjadi korban kejadian itu, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Viral, Tawuran di Ngaliyan Semarang Diduga Bawa Bom Molotov

Deni dan rekan-rekannya langsung berlarian menyelamatkan diri. 

Namun apes, Deni dan satu temannya tak sempat membawa motornya yang terparkir di dekat gang. 

Deni menerangkan, sepeda motornya mengalami kerusakan pada bagian lampu depan, spakbor alias slebor depan, dan cover body. 

"Yang rusak sepeda motor saja, kerusakannya di bagian lampu depan, spakbor depan sama cover body," terangnya.

Deni dan teman-temannya mengaku tak mengenal dan tak memiliki masalah dengan gerombolan tersebut. 

"Kami tidak kenal dan tidak punya masalah dengan siapapun."

"Mereka pas nyerang teriak aku Mangkang, aku menang," paparnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW-01 Desa Weleri, Nur Budi Santosa mengatakan, aksi penyerangan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. 

Hanya saja, dua kejadian sebelumnya tak terekam kamera CCTV.

"Ini sudah yang ketiga kali, cuma baru ini yang terekam CCTV," katanya.

Nur menerangkan, kejadian tersebut membuat warganya resah. 

Dia berharap, polisi menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

"Harus segera ditangkap para pelakunya dan diproses hukum sebagai efek jera."

"Kami juga ingin polisi patroli rutin di area rawan kejahatan pada jam 00.00 ke atas," harapnya.

Tangkap 3 Pelaku

Sementara, Kapolsek Weleri AKP Yulianto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) dini hari, sekitar pukul 02.48 WIB. 

"Tidak ada korban jiwa namun ada dua motor warga yang rusak," katanya, Jumat.

Sementara, Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, pihaknya telah mengamankan 3 pelaku dengan 2 di antaranya masih berstatus pelajar. 

Dia menambahkan, saat ini, pelaku yang berusia di bawah umur masih menjalani pemeriksaan di unit 3 PPA Satreskrim Polres Kendal

"Ada tiga orang yang sudah kami amankan, dua masih di bawah umur, masih pelajar," terangnya.

Baca juga: Lahudin Lolos dari Maut Saat Rumahnya Terbakar di Sukorejo Kendal

Ratna menerangkan, pihaknya juga masih mendalami motif remaja tersebut dalam melakukan aksinya. 

Dia mengatakan, saat ini, Polres Kendal juga dibantu Ditreskrimum Polda Jawa Tengah untuk pengembangan kasusnya dan masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi.

"Kami juga mendapat backup dari Polda Jateng untuk pengungkapan kasus ini. Semoga kasusnya segera terungkap," ujarnya.

Ratna menegaskan, meskipun ada pelaku di bawah umur, pihaknya tetap melanjutkan proses hukum sebagai efek jera.

Polres Kendal juga tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk kejahatan termasuk tawuran serta kepemilikan senjata tajam.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi hukum tegas kepada remaja yang bergabung dengan anggota atau kelompok kreak.

"Status anak di bawah umur tidak menghapus tindakan pidana. Penegakan hukum akan kami jalankan sesuai UU dengan tegas," ungkapnya.

Dia berpesan kepada orangtua agar selalu mengawasi pergaulan putra-putrinya termasuk ketika malam hari. 

Dia tak ingin, remaja tersebut memiliki masa depan suram karena telah bergabung dalam kelompok kreak dan melakukan aksi tawuran.

"Masa depan anak-anak jadi taruhan, kami tegaskan keterlibatan dalam aksi tawuran akan berujung pada dua hal, penjaara atau kehilangan nyawa," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.