Aksi Massa Mereda, Kapolres Beltim Minta Pasukan Gabungan Tetap Standby Antisipasi Gejolak Susulan
Hendra August 07, 2026 09:35 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bau bekas kebakaran masih tercium di sekitar Gudang GBT PT Timah Tbk di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur pada Jumat (7/8/2026) petang.

Sekitar pukul 18.00 WIB, suasana menjadi hening ketika ratusan personel pengamanan gabungan TNI dan Polri dikumpulkan di area pelataran.

Di tengah kondisi senja, para personel berseragam lengkap membentuk barisan rapi dengan formasi huruf U.

Berdiri di hadapan barisan pasukan, Kapolres Belitung Timur, AKBP Dr. Husni Tamrin memegang pengeras suara untuk memimpin apel arahan dan konsolidasi pengamanan pasca kerusuhan massal.

Dalam arahannya, AKBP Husni secara khusus menyampaikan apresiasi atas kesigapan seluruh personel lintas instansi yang bergerak cepat mengamankan objek vital.

Husni mengungkapkan bahwa Polres Beltim langsung berkoordinasi dengan berbagai satuan pimpinan wilayah.

Sinergi pengamanan darurat tersebut melibatkan jajaran Polres Belitung, Kodim 0414/Belitung, hingga Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 145/Ksatria Satam (Yonif TP 145/KS).

"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan. Hari ini kita tahu bahwa tadi kita sama-sama tahu ada kegiatan aksi massa yang sifatnya sudah mendekati atau melakukan kegiatan anarkis," ujar AKBP Husni di hadapan pasukan, Jumat (7/8/2026).

Ia mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel awal polres membutuhkan sokongan besar dari unsur TNI dan satuan lain untuk mengimbangi ribuan penambang yang emosi.

Husni menyebut, sebelum situasi terkendali, ada indikasi pergerakan massa yang berniat melakukan aksi penjarahan di beberapa bangunan gudang bagian belakang.

"Tadi rekan-rekan bisa lihat bahwa beberapa gudang yang di belakang sudah ada rencana untuk dijarah oleh masyarakat. Tapi dengan kesiapan dan kesigapan rekan-rekan semua, baik unsur TNI dan Polri, hal-hal yang sifatnya anarkis masih bisa kita cegah," ucapnya.

Mengenai redanya pergerakan massa, Kapolres menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi usai adanya jawaban dari pihak PT Timah Tbk atas tuntutan para penambang.

"Ada beberapa tuntutan dari massa yang akhirnya massa bisa reda. Kenapa kita sampai sore, karena kita masih mendengar via Zoom yang mengambil kebijakan terkait tuntutan itu," ungkapnya.

Dari keterangan Kapolres, pihak PT Timah saat ini dilaporkan masih terus berkonsolidasi bersama para mitra serta kolektor pembeli timah di lapangan.

Lebih lanjut, Husni menekankan bahwa pasca kejadian membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi, mengingat realisasi janji di lapangan belum sepenuhnya terbukti.

"Pasca kejadian ini kami minta nanti beberapa rekan-rekan dari Batalyon TP, Polres Belitung, terutama rekan-rekan Brimob untuk tetap kita standby-kan. Kita antisipasi pascakejadian, siapa tahu nanti tidak terealisasinya apa yang menjadi tuntutan akan menjadi hal yang lebih besar," tegasnya.

Secara khusus, jajaran pengamanan mengantisipasi delapan Stasiun Penerimaan Timah atau pos pembelian resmi milik PT Timah yang tersebar di wilayah Belitung Timur.

"Berdasarkan informasi, ada 8 stasiun yang sekarang membeli timah masyarakat. Itu akan menjadi objek sasaran massa yang akan menagih janji dari PT Timah yang tadi sudah disampaikan," katanya.

Usai pengarahan, seluruh pasukan gabungan dibubarkan secara tertib untuk selanjutnya siaga penuh (standby) di posko-posko titik rawan hingga situasi tata niaga timah di Belitung Timur benar-benar stabil. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.