Terungkap Tabiat Bos Konter yang Tewas di Dalam Mobil Honda Jazz, Diduga Dibunuh
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 07, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jawa Tengah - Sejumlah warga mengungkap tabiat asli bos konter Royal Phone yang ditemukan meninggal di dalam mobil Honda Jazz terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026) sore.

Baca juga: Temuan Mengejutkan di Lokasi Kematian Bos Konter Semarang, Serpihan Tulang

Kematian bos konter bernama Candra Waskito (25) tersebut membuat warga yang mengenal sosok korban kaget. Mereka tidak menyangka jika pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ini akan berakhir tragis.

Polisi masih bekerja keras untuk mengungkap misteri kematian Candra. Diduga kuat, bos konter tersebut sebagai korban pencurian dengan kekerasan yang berakhir pada pembunuhan.

Di tengah penyelidikan polisi, ternyata Candra dikenal warga sebagai sosok yang mempunyai tabiat baik. Dia terkenal ramah, sopan, murah senyum dan gemar berbagi kepada sesama.

Bahkan, ketika usahanya memperoleh keuntungan lebih, Candra disebut rutin menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah kepada lansia dan anak-anak. Setiap Jumat, dia juga kerap membagikan takjil.

Sekretaris Desa Wirogomo, Slamet Sunar mengatakan bahwa Candra merupakan warga asli Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

"Mas Candra asli warga sini. Dia setiap kerja pulangnya dua hari sekali."

"Kadang nginep di konter, kadang nginep di rumah sendiri (di Ambarawa). Beli rumah di situ, baru direhab," jelas Sunar dikutip dari TribunJateng.com.

Pihak desa, kata Sunar, mengetahui kabar meninggalnya Candra melalui media sosial.

Jenazah Candra kemudian dimakamkan di TPU Lemahabang, Dusun Seseh, Desa Wirogomo, Jumat (7/8/2026) pagi.

Konter Berantakan

Sebelum Candra ditemukan meninggal, kondisi Konter Royal Phone di Pojoksari, Ambarawa, diketahui sudah dalam keadaan berantakan.

Polisi menduga tempat usaha tersebut menjadi sasaran tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah dua karyawan konter, M Danu (21) dan M Fahmi (19), pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30.

Keduanya bermaksud kembali ke konter. Namun saat mengetuk pintu, tidak ada respons dari dalam.

Karena tidak mendapat jawaban, keduanya akhirnya memutuskan pulang ke rumah masing-masing.

Sekira pukul 14.00, Danu kembali ke konter untuk bekerja. Namun, pintu masuk masih dalam keadaan tertutup.

Karena curiga, dia mengintip ke dalam melalui celah pintu dan melihat kondisi ruangan sudah berantakan.

Danu kemudian mendobrak pintu belakang untuk memastikan kondisi di dalam sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Ambarawa.

"Peristiwa bermula ketika dua karyawan konter M Danu (21) dan M Fahmi (19) pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30 dan bermaksud kembali ke konter."

"Saat itu, mereka sempat mengetuk pintu, namun tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang ke rumah masing-masing," terang AKP Ririh.

Nilai kerugian akibat kejadian tersebut hingga kini masih didata dan diinventarisasi bersama penyidik.

Ditemukan Tewas di Mobil

Setelah mengetahui konter diduga menjadi sasaran aksi kejahatan, polisi juga mencari keberadaan Candra yang diketahui tidak berada di lokasi sejak dini hari.

Beberapa jam kemudian, Candra ditemukan warga dalam kondisi meninggal di dalam mobil Honda Jazz berwarna hitam miliknya yang berada di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Polres Semarang kemudian berkoordinasi dengan Polres Grobogan untuk melakukan olah TKP, identifikasi korban, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo memastikan, jenazah yang ditemukan di dalam mobil tersebut merupakan Candra Waskito, pemilik Konter Royal Phone.

Candra diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Namun, polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk hubungan antara dugaan perampokan di konter dengan penemuan korban di Gubug.

"Saat ini, seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan."

"Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan," ujar Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana.

Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.

"(Pelaku) masih dalam proses penyelidikan," kata AKBP Heru.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menambahkan, penyidik masih mengumpulkan data dan keterangan dari para saksi.

"Nanti kalau sudah terang segera dirilis," ucapnya.

Hingga Jumat (7/8/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kasus tersebut, termasuk memastikan motif dan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Candra. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.