Dalam Tiga Bulan, Angka Pengangguran di Jateng Naik Jadi 960.000 Orang
rika irawati August 07, 2026 11:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Angka pengangguran di Jawa Tengah per Mei 2026 mencapai 960.000 orang.

Jumlah ini meningkat 15.000 dibanding Februari 2026.

Data ini dikonfirmasi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Ali Said, Kamis (6/8/2026).

BPS mencatat, terdapat sekitar 960.000 penganggur atau setara 4,30 persen dari total angkatan kerja di provinsi tersebut. 

Ali Said mengatakan, jumlah angkatan kerja di Jateng bertambah 31.900 orang dibanding Februari 2026. 

Sedangkan angka penduduk pekerja meningkat sebanyak 16.360 orang. 

"Sementara itu, jumlah pengangguran bertambah 15.530 orang," ujar Ali dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Marak Pagar Mal di Jateng, Taj Yasin Ajak Pengusaha Duduk Bersama

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, kata Ali, jumlah penduduk usia kerja di Jawa Tengah mencapai 30,3 juta orang.

Angka ini bertambah 87.620 orang dibandingkan Februari 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 22,36 juta orang masuk kategori angkatan kerja, sementara sisanya merupakan bukan angkatan kerja. 

"Komposisi angkatan kerja pada Mei 2026 terdiri dari 21,4 juta orang penduduk pekerja dan 0,96 juta orang pengangguran atau 960-an ribu orang pengangguran," kata dia. 

Terbanyak di Perkotaan

Meningkatnya jumlah pengangguran menyebabkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jateng bertambah 0,06 poin menjadi 4,30 persen dibandingkan Februari 2026. 

Ini berarti, empat dari 100 orang angkatan kerja di Jawa Tengah belum mendapatkan pekerjaan. 

Sementara, dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki mencapai 4,70 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 3,74 persen. 

Kemudian, berdasarkan wilayah tempat tinggal, jumlah pengangguran di perkotaan lebih banyak dibanding di perdesaan.

TPT perkotaan tercatat sebesar 5,08 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan yang berada di angka 3,16 persen. 

Pertanian dan Perikanan Serap Banyak Tenaga Kerja

BPS mencatat, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 27,42 persen. 

Disusul sektor industri pengolahan sebesar 20,77 persen dan perdagangan besar serta eceran sebesar 16,63 persen. 

Baca juga: Daftar Lima Kota Kabupaten Paling Sepi Wisatawan di Jateng, Ada yang Punya Pantai Eksotis

Menurut kategori sektor formal dan informal, jumlah penduduk di Jateng yang bekerja di sektor formal meningkat 5.960 orang dalam kurun Februari hingga Mei 2026.

"Ada sekitar 39 persen yang masuk dalam kategori kegiatan formal dan 61 persen masuk dalam kegiatan informal," ujarnya. 

Sedangkan dari segi tingkat pendidikan, sebagian besar penduduk bekerja di Jateng hanya lulusan SD ke bawah, yakni sebanyak 41,26 persen atau sekitar 8,83 juta orang. 

Kendati begitu, Ali memastikan, tingkat pengangguran di Jateng masih lebih rendah dibanding provinsi lain di Indonesia. (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.