Provinsi Banten Catat Deflasi Lebih Dalam dari Nasional, BI Beberkan Pemicunya
Abdul Rosid August 07, 2026 11:00 PM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten mengungkapkan perkembangan terbaru indikator perekonomian daerah, khususnya terkait kondisi inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Juli 2026.

Berbeda dari kondisi bulan sebelumnya yang mengalami kenaikan harga, Provinsi Banten pada Juli 2026 justru mencatatkan deflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar -0,22 persen.

Angka deflasi di Tanah Banten ini tercatat lebih dalam, jika dibandingkan dengan tingkat deflasi secara nasional yang berada di angka -0,14 persen (mtm).

Torehan deflasi pada Juli 2026 ini berbanding terbalik dari kondisi Juni 2026, di mana Banten saat itu masih mencatatkan inflasi sebesar 0,41 persen (mtm).

Baca juga: Data BI: Sektor Pertanian di Banten Melambat pada Triwulan II 2026, Perikanan Tumbuh Positif

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi IHK Provinsi Banten tercatat terkendali di level 2,49 persen, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,19 persen.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala KPw BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, saat menggelar acara Taklimat Media BI Banten bersama jajaran awak media di salah satu restoran di Kota Serang, Jumat (7/8/2026).

"Provinsi Banten pada bulan Juli 2026 mencatatkan deflasi sebesar -0,22 persen secara month-to-month. Kondisi ini didorong oleh terjaganya pasokan bahan pangan pokok di pasar serta intervensi kebijakan sosial yang efektif dari pemerintah daerah," ujar Sofwan Kurnia saat memaparkan indikator pendukung perekonomian Banten.

Komoditas Utama Pendorong Deflasi Juli 2026

Sofwan menjelaskan, secara bulanan (mtm), terdapat sejumlah komoditas utama yang menjadi penekan harga sehingga memicu timbulnya deflasi di Provinsi Banten selama bulan Juli 2026.

Beberapa komoditas penekan inflasi tersebut meliputi:

• Bawang merah
• Cabai merah
• Cabai rawit
• Emas perhiasan
• Biaya Sekolah Menengah Atas (SMA)

Penurunan harga pada kelompok komoditas hortikultura (bawang dan cabai) dipengaruhi oleh melimpahnya jumlah pasokan hasil panen yang masuk ke Banten, terutama dari wilayah-wilayah sentra produksi.

Sementara itu, penurunan harga emas perhiasan di tingkat lokal terjadi sebagai dampak langsung dari tren penurunan harga emas dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun deflasi pada sektor pendidikan, khususnya tingkat sekolah menengah, didorong oleh mulai diimplementasikannya Program Sekolah Gratis bagi sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan SKh untuk Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Pemerintah Daerah.

Faktor Pendorong Inflasi Secara Tahunan (YoY)

Kendati mengalami penurunan harga secara bulanan, BI Banten mencatat inflasi secara tahunan (yoy) masih tetap terjaga positif di angka 2,49 persen.

Menurut pemaparan BI Banten, komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi secara tahunan (yoy) di Banten antara lain:

• Emas perhiasan
• Bensin
• Minyak goreng
• Nasi dengan lauk
• Beras

Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyatakan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Banten.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.