TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Masih bertepatan dengan hari lingkungan hidup, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memberikan apresiasi tinggi kepada Kelurahan Karang Ambun atas inisiatif kreatif mereka dalam mengolah limbah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai guna.
Langkah inovatif tersebut dinilai mampu menjadi solusi nyata dalam menekan volume sampah yang masih tergolong tinggi di Bumi Batiwakkal, sekaligus mendongkrak perekonomian warga.
Hal itu disampaikan Bupati Sri Juniarsih saat meninjau hasil karya warga yang memanfaatkan tutup botol bekas menjadi produk akhir yang memiliki nilai pakai.
“Saya sangat mengapresiasi Kelurahan Karang Ambun yang kali ini membuat kerajinan tangan dari limbah plastik. Ini menunjukkan bahwa limbah, seperti tutup botol yang sangat sederhana ini, dapat digunakan kembali menjadi barang berdaya guna dan tentu saja berkontribusi langsung dalam mengurangi sampah,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (7/8/2026) di Tanjung Redeb, Berau.
Bupati Sri Juniarsih, berharap aksi nyata yang diinisiasi oleh Kelurahan Karang Ambun tersebut dapat menularkan semangat positif ke kampung dan kelurahan lain di Kabupaten Berau.
Baca juga: Bupati Berau Harap Produk Olahan Kaleng bisa Tembus Pasar Internasional
“Saya harap teman-teman lain juga termotivasi untuk sama-sama menjaga lingkungan kita, supaya sampah-sampah tadi kita jadikan kerajinan tangan, pupuk, biopori dan sebagainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi memerlukan kolaborasi dan komitmen bersama seluruh lapisan masyarakat. Termasuk perusahaan atau pihak ketiga yang beroperasi di Bumi Batiwakkal.
“Seperti di Pulau Derawan, ada kerja sama kita dengan BRIN dan perusahaan swasta untuk ubah sampah jadi solar. Makanya saya ajak semua perusahaan melalui CSR-nya untuk kita tuntaskan masalah sampah ini,” bebernya.
Bupati Sri Juniarsih berharap agar ke depan program kebersihan lingkungan itu tidak hanya mandek pada tataran estetika semata.
Baca juga: Wisatawan Membludak di Pulau Derawan Berau, Interaksi dengan Penyu tak Boleh Berlebihan
Jika dikelola dengan manajemen yang baik, industri kreatif berbasis lingkungan (green economy) dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga.
Hal tersebut, baginya, selaras dengan harapan besar pemerintah daerah bahwa melalui gerakan menjaga lingkungan, masyarakat juga sekaligus dapat meningkatkan perekonomian daerah. (*)