TRIBUNWOW.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (8/8/2026). Peringatan ini disampaikan meski sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada puncak musim kemarau.
BMKG mencatat sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah. Namun, aktivitas atmosfer seperti gelombang Kelvin, gelombang Ekuatorial Rossby, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat masih mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Sabtu (8/8/2026) meliputi Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Respons Video Pasien Asma Diduga Ditolak RS, Beri Ultimatum ke Nakes
BMKG juga mencatat lebih dari 1.600 titik pengamatan di Indonesia tidak mengalami hujan selama satu hingga dua bulan berturut-turut. Selain itu, lebih dari 300 titik telah mengalami kekeringan ekstrem akibat tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari.
Kondisi tersebut mulai memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. BMKG juga memperingatkan peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah wilayah perairan yang berpotensi memicu gelombang tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, serta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api. (*)