TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Duduk di atas rumput kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Diki (27) tak bisa menyembunyikan kegembiraan saat memperlihatkan jersey AC Milan miliknya ditandatangani oleh Luka Modric.
Ia merasa perjuangannya menyeberangi Selat Sunda demi melihat klub kesayangan berbuah manis.
Diki adalah Ketua Milanisti Indonesia Sezione Lampung yang berkesempatan menghadiri temu sapa pemain AC Milan di mal kawasan Senayan pada Jumat (7/8/2026).
"Saya perwakilan dari Milanisti Sezione Lampung.
Datang sendirian ngeteng dari Lampung. Kalau teman-teman rombongan Lampung ada sekitar 80 orang berangkatnya pas hari H pertandingan naik bus," kata Diki saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Jumat (7/8/2026).
Dari Lampung, Diki bergantian naik kendaraan umum. Ia awalnya naik bus dari Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni.
Kemudian, ia menaiki Ferry untuk menyeberangi Selat Sunda dan melanjutkan naik ketera lokal Merak setibanya di Banten untuk selanjutnya berganti ke commuter line hingga Jakarta.
Semua lelah itu terbayar lunas kala ia bisa melihat para pemain AC Milan yang memang merupakan klub idolanya sejak kecil.
Terakhir kali ia ingat Milan bertandang ke Jakarta yakni pada tahun 2013. Kala itu, dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana skuad yang hadir kala itu adalah para legenda klub.
Kini, setelah beranjak dewasa, Diki tak ingin melewatkan kesempatan emas untuk menyaksikan skuad utama AC Milan bertanding secara langsung.
"Dulu pas 2013 saya masih SMP, itu yang Milan Glorie yang legend-nya. Sekarang saya sudah dewasa, jadi saya usahakan banget gimana caranya melihat mereka langsung," ujar Diki.
Apalagi, pertandingan kali ini terbilang sangat istimewa.
Tidak seperti kunjungan sebelumnya yang berhadapan dengan tim lokal, kali ini AC Milan bertanding melawan klub raksasa asal Inggris, Chelsea.
"Biasanya kan Milan lawannya Timnas Indonesia atau Indonesia All Star, ini lawannya Chelsea. Jadi *big match* antar-klub Eropa. Double banget kesenangannya!" ungkapnya.
Kegembiraan Diki makin membuncah saat menceritakan momen berharga bisa mendapatkan tanda tangan megabintang asal Kroasia yang kini memperkuat AC Milan yakni Luka Modrić.
Diki mengaku sudah mempersiapkan strategi matang sejak berangkat dari rumahnya di Lampung.
Ia sengaja membeli jersey khusus bernomor 14 yang merupakan nomor punggung Modric lengkap dengan nama sang pemain.
"Dari rumah tuh saya udah beli jersey namanya langsung Modric.
Tadi kebetulan pas mereka mau keluar, saya ada di posisi paling depan, langsung saya minta tanda tangannya di jersey namanya," kata Diki.
Diki mengaku memang fokus utamanya sejak awal hanyalah sang maestro lapangan tengah tersebut.
"Ngincarnya Modric aja sih, karena kan bawa jerseynya spesifik Modric.
Kecuali kalau saya bawa jersey putih polos yang random, baru siapa aja saya minta tanda tangannya," pungkasnya.
Perjuangan menempuh perjalanan darat dan laut melintasi Selat Sunda dari Lampung ke Jakarta pun terbayar tuntas.
Diki pulang membawa kenangan tak terlupakan serta jersey berharga yang telah dibubuhi tanda tangan asli sang idola.
"Bakal saya pajang ini jersey karena tanda tangannya yang sangat mahal ini," tutur Diki.