Pelantikan Pengurus INTI 2026-2030, Hashim Sebut Indonesia Kuat Karena Persatuan dalam Keberagaman
Wahyu Aji August 08, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Semangat persatuan menjadi benang merah dalam pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) masa bakti 2026–2030 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Mengusung tema "Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri", pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi penegasan komitmen organisasi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta nilai-nilai kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut, di antaranya Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim sekaligus Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan INTI Hashim Djojohadikusumo, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Narendra Jatna, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Anggota DPD RI Yoris Raweyai.

Kehadiran para pejabat negara itu memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha dalam memperkuat persatuan nasional.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo mengajak seluruh peserta melihat Indonesia sebagai bangsa yang dibangun dari keberagaman.

Dia mengisahkan pengalaman pribadi saat menjalani tes DNA bersama Presiden Prabowo Subianto pada 2023 yang justru membuka perspektif baru mengenai identitas bangsa.

"Persisnya 2023 Pak Prabowo kita sama saya dia kirim apa sebagai rambutnya dan apa dari lidahnya untuk tes DNA genetika dan ada hasil yang mengejutkan. Kita sudah tahu ada darah Jawa, Minahasa, Eropa atau Belanda. Kejutannya bukan itu. Kejutannya adalah kami ada genetika India. Prabowo dan saya keturunan India juga," ujar Hashim.

Menurut Hashim, temuan tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama.

Ia menegaskan bahwa identitas bangsa tidak ditentukan oleh asal-usul etnis, melainkan oleh semangat hidup bersama sebagai satu bangsa.

"Yang saya mau sampaikan bahwa kita yang tinggal, dibesarkan dan merasakan menjadi orang Indonesia, keturunan India, keturunan Eropa, keturunan Tionghoa, keturunan apa pun, kita adalah bangsa Indonesia dan kita bersatu. Tujuan bersatu kita hidup rukun agar bangsa kita sejahtera, bisnis kita maju," katanya.

Hashim juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap membuka ruang bagi kritik yang membangun.

Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi tindakan yang merusak persatuan bangsa.

"Pemerintah Prabowo dan Gibran itu sangat terbuka. Kalau ada kritik silakan, enggak ada masalah. Kritik itu selalu baik kalau membangun. Tapi kritik jangan menjadi kekerasan, jangan jadi makar," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim mengaku menerima berbagai masukan dari kalangan investor internasional yang mempertanyakan arah kebijakan pemerintahan baru.

"Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, dari Hong Kong, kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang juga punya investasi di tanah air, di Indonesia, seolah-olah ini ada suatu kecemasan, sesuatu kekhawatiran di antara investor dari Tiongkok juga dari komunitas Jawa bahwa pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum INTI dr. Indra Wahidin mengatakan kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga semangat kebangsaan sekaligus memperluas kontribusi organisasi di berbagai sektor strategis.

Menurutnya, INTI harus terus menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat.

"Tema Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri bukan hanya slogan organisasi, tetapi komitmen seluruh pengurus untuk bekerja nyata, memperkuat persatuan nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan tagline kepengurusan kali ini 'Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen'," ujar Indra Wahidin.

Komitmen tersebut diterjemahkan melalui berbagai program strategis, mulai dari Beasiswa Pelangi INTI, Program Magang Berbayar, kerja sama Chinese Government Scholarship bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, hingga penyelenggaraan Imlek Fair dan UMKM Fair.

INTI juga akan membentuk INTI Koperasi, memperkuat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH INTI), menjalankan program INTI Bela Negara bersama Kementerian Pertahanan, serta memperluas layanan kewarganegaraan melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal AHU Kementerian Hukum.

Ketua Harian PP INTI Ulung Rusman menambahkan bahwa organisasi akan memperkuat struktur kepengurusan di seluruh Indonesia agar setiap program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kami ingin INTI semakin dekat dengan masyarakat. Penguatan organisasi di daerah menjadi prioritas agar program sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai provinsi," katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus mengatakan kepengurusan baru telah menyiapkan agenda strategis yang berorientasi pada pembangunan SDM, transformasi organisasi, komunikasi publik, serta kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: Kadin Dorong Investasi Industri Telko di Penyelenggaraan INTI 2026

Menurutnya, INTI juga akan meluncurkan INTI Award, membentuk Young Entrepreneur Council, serta memperkuat komunikasi melalui media sosial, podcast, dan platform digital untuk menjangkau generasi muda.

INTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat kebangsaan, mandiri, nirlaba, dan nonpartisan.

Organisasi ini didirikan di Jakarta pada 10 April 1999.

Pelantikan yang dihadiri tokoh-tokoh nasional tersebut menegaskan posisi INTI sebagai organisasi kebangsaan yang terus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman. 

Dengan jaringan organisasi yang telah berkembang di lebih dari 18 provinsi dan sekitar 80 cabang di tingkat kabupaten dan kota, INTI optimistis mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional melalui program-program nyata di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hukum, dan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.