Daftar Kota Paling Berpolusi dan Paling Bersih di Indonesia Versi IQAir, Pontianak Sangat Berbahaya
Faiz Iqbal Maulid August 08, 2026 03:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kualitas udara di Indonesia kembali menjadi sorotan.

IQAir kembali merilis kualitas udara di seluruh Kota se-Indonesia.

Data terbaru per Jumat 8 Agustus 2026 menempatkan Pontianak di posisi pertama sebagai kota paling berpolusi dengan AQI US mencapai 430, jauh di atas ambang batas sehat.

Di susul Bandung dengan AQI 183 dan Serpong 179.

Sementara itu, kota-kota besar lain seperti Tangerang Selatan (153), Jambi (120), dan Jakarta (110) juga masuk daftar 10 besar kota berpolusi.

Sebaliknya, daftar kota paling bersih menunjukkan Palangkaraya sebagai kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia, mencatat AQI US 55.

Di susul Surabaya (56), Badung (59), dan Semarang (67) yang masih berada dalam kategori relatif sehat. 

Meski demikian, beberapa kota seperti Jakarta (106) dan Jambi (120) muncul di dua daftar sekaligus, menandakan fluktuasi kualitas udara yang perlu diwaspadai.

• Fakta Kabut Asap Karhutla Kalbar, Kualitas Udara Berbahaya dan Ancam Kesehatan Warga di MPW-KKR

Ranking Kota Paling Berpolusi di Indonesia

Pontianak - AQI US 430
Bandung - AQI US 183
Serpong - AQI US 179
South Tangerang - AQI US 153
Jambi - AQI US 120
Jakarta - AQI US 110
Tangerang - AQI US 103
Pekanbaru - AQI US 86
Palembang - AQI US 81
Bojonegara - AQI US 65

Ranking Kota Paling Bersih di Indonesia

Palangkaraya - AQI US 55
Surabaya - AQI US 56
Badung - AQI US 59
Bojonegara - AQI US 65
Semarang - AQI US 67
Tangerang - AQI US 68
Palembang - AQI US 79
Pekanbaru - AQI US 86
Jakarta - AQI US 106
Jambi - AQI US 120

• Wali Kota Pontianak Pantau Kualitas Udara, Libur Sekolah Belum Diberlakukan

Siswa Pontianak Mulai Rasakan Polusi Asap Karhutla

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan para pelajar di Kota Pontianak.

Salah satunya dialami Anissa Nur Zahra, siswi kelas XII SMAN 8 Pontianak, yang mengaku aktivitas sehari-hari hingga proses berangkat ke sekolah terganggu akibat jerebu yang semakin pekat.

Anissa mengatakan, kabut asap membuat jarak pandang di jalan menjadi terbatas sehingga perjalanan menuju sekolah terasa lebih sulit.

Selain itu, kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Udah ngerasain dampak karhutla ini, apalagi jerebu. Jalan itu jadi gelap gitu, tidak kelihatan karena kabut. Tentunya kalau misalnya yang ada asma gitu ya. Kalau saya sih pribadi tidak ada, tapi keluarga saya ada dan dia terkena dampaknya juga," ujar Anissa kepada TribunPontianak.co.id, di Jl Ampera Pontianak Kota, Senin 27 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi jerebu saat ini turut mengganggu aktivitas pembelajaran karena perjalanan menuju sekolah menjadi tidak nyaman.

Ia mengaku kerap mengalami batuk hingga sesak saat berangkat ke sekolah.

"Dengan kondisi saat ini tentu aktivitas pembelajaran juga terganggu. Ini juga menjadi kendala saat kita ingin berangkat sekolah. Biasa tuh kalau misalnya berangkat sekolah batuk-batuk atau sesak gitu," katanya.

"Terus kalau misalnya mau lihat jalan juga agak susah. Terus kan ada kayak asap-asap ya bekas kebakaran, biasa masuk ke mata, jadi perih matanya," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Anissa memilih menggunakan masker saat berangkat ke sekolah dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Kalau saya pribadi, mau pakai masker ke sekolah supaya nggak batuk kena asapnya sama minum Vitamin D," ucapnya.

Ia berharap pemerintah dapat lebih cepat menangani kebakaran hutan dan lahan serta memberikan informasi yang mudah diakses masyarakat agar warga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri.

"Harapan ke depannya mungkin pemerintah lebih sigap lagi untuk menangani upaya karhutla ini dan publikasikan informasi secara publik supaya kita bisa inisiatif atau upaya pencegahan sendiri," tutupnya.

 

Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara

1. Gunakan masker = pilih masker N95/KN95 atau masker kain berlapis filter untuk melindungi saluran pernapasan.

2. Batasi aktivitas luar ruangan = hindari keluar rumah saat polusi tinggi, terutama pagi dan sore hari (rush hour).

3. Tutup ventilasi rumah = kurangi masuknya udara kotor, gunakan air purifier bila tersedia.

4. Jaga kesehatan tubuh = konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan (vitamin C & E) untuk memperkuat daya tahan tubuh.

5. Hindari olahraga di luar = lakukan olahraga ringan di dalam ruangan agar tidak menghirup polusi berlebih.

6. Perbanyak minum air putih = membantu tubuh membuang racun dan menjaga kelembapan saluran pernapasan.

7. Gunakan pelindung tambahan = seperti payung, jaket, atau kacamata hitam saat harus keluar rumah.

8. Periksa kualitas udara = gunakan aplikasi atau situs seperti IQAir untuk memantau AQI sebelum beraktivitas.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.