Warga Dengar Suara Ledakan saat Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Damkar Kerahkan Bronto Skylift
Rr Dewi Kartika H August 08, 2026 01:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Terdengar suara ledakan saat kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026). 

Pantauan Kompas.com di lokasi pada pukul 23.30 WIB, kobaran api terlihat membesar di dalam gedung dan dengan cepat melalap sejumlah lantai bagian atas. 

Seiring membesarnya api, terdengar dua kali suara ledakan keras dari dalam gedung dalam kurun waktu sekitar 15 menit terakhir. 

Ledakan tersebut diikuti runtuhnya sejumlah material gedung yang hangus terbakar dan jatuh berhamburan ke bawah. 

KEBAKARAN GEDUNG BAPENDA - Kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) pukul 23.00 WIB semakin membesar.
KEBAKARAN GEDUNG BAPENDA - Kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) pukul 23.00 WIB semakin membesar. (YouTube Metro)

Bahkan, seorang petugas yang memadamkan api dari atas unit Bronto Skylift sempat hampir terkena puing yang terbakar dan jatuh. 

Api yang melahap area luar gedung sempat berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 22.30 WIB. 

Namun, besarnya api yang masih berkobar di area dalam gedung membuat api terus menjalar dan membakar area luar gedung di bagian depan. 

Selama proses pemadaman berlangsung, petugas kepolisian menutup total akses Jalan Abdul Muis di kedua arah. 

Kesaksian warga

Faris (27), seorang pekerja di SPBU yang berlokasi tepat di samping lokasi kebakaran, mengaku bahwa sebelumnya ia juga sempat mendengar ledakan. 

"Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah," ungkap Faris saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat malam. 

Dentuman keras itu sempat membuat para pekerja SPBU panik dan berhamburan ke luar. 

Mereka awalnya mengira ledakan tersebut berasal dari area pom bensin tempat mereka bekerja. 

"Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan. Setelah itu bunyi meledak lagi, pas saya lihat di atas itu sudah nyala gede (apinya)," kata Faris. 

"Memang ada dua kali ledakan yang gede, itu yang saya denger ya," sambungnya. 

Melihat material yang terbakar berjatuhan dari gedung, Faris bersama rekan-rekannya langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR). 

Mereka bersiap memadamkan api apabila puing terbakar jatuh dan menyambar area SPBU. 

"Ya sudah, langsung pada teriak 'keluar, keluar, keluar', bubar, matiin semua listriknya, ambil APAR. Karena kita takut ada yang jatuh ke sini terus kena ke SPBU. Makanya listrik dimatiin semua juga, kita tutup dulu," jelasnya. 

Sementara itu, Yusuf (42), warga sekitar lokasi, menyebut angin malam yang cukup kencang membuat api cepat merambat ke sisi lain gedung. 

"Tadinya dari belakang, terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Dia muter dari belakang sampai yang depan juga kebakar. Jadi, dia ke samping-samping juga kebakar," kata dia. 

Selain faktor angin, Yusuf menduga material di bagian luar gedung turut menjadi penyebab api membesar dan menjalar dengan cepat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.