TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan resmi mencoret empat pemain asing yang sebelumnya menjalani masa trial bersama tim. Keputusan tersebut diambil setelah tim pelatih melakukan evaluasi menyusul berakhirnya kiprah Ayam Kinantan di ajang Piala Presiden Elite 2026.
Dengan keputusan itu, keempat pemain asing tersebut dipastikan tidak menjadi bagian dari skuad PSMS Medan untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Mereka juga akan dipulangkan ke negara asal masing-masing. Kabar tersebut disampaikan Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, saat dikonfirmasi Tribun Medan melalui sambungan telepon, Kamis (6/8).
Fendi memastikan tidak ada satu pun dari empat pemain asing yang dipertahankan. Keempat pemain yang resmi dicoret adalah Saná Quide, Jonito Soares Cassamá, Fabrizio Tavano, dan Danny Barrow. "Enggak ada (yang dipertahankan)," ujar Fendi.
Sebelumnya, PSMS Medan telah lebih dulu mengamankan dua pemain asing untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, yakni Angelo Meneses dan Phillerson yang sudah resmi diperkenalkan kepada publik.
Baca juga: Nasib 4 Pemain Asing Dicoret, Bos PSMS Medan Punya Sosok Penyerang Berkualitas
Dengan demikian, Ayam Kinantan kini masih menyisakan satu kuota pemain asing yang akan dilengkapi sebelum kompetisi dimulai. Fendi mengatakan slot terakhir tersebut diproyeksikan untuk memperkuat lini depan PSMS Medan. "Kita akan pakai asing di striker," katanya.
Saat ditanya mengenai kandidat pemain yang akan direkrut, Fendi mengaku manajemen sudah mengantongi nama. Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas calon striker tersebut. "Sudah ada, tunggu saja," ucapnya.
Begitu pula saat disinggung mengenai kapan pemain tersebut akan bergabung dengan tim, Fendi memilih belum memberikan penjelasan lebih jauh. "Doain saja," katanya.
Di sisi lain, Fendi mengaku belum memantau apakah empat pemain asing yang dicoret tersebut sudah kembali ke negara asal atau masih berada di Medan. Menurutnya, seluruh proses kepulangan para pemain menjadi tanggung jawab jajaran manajemen tim. "Saya belum monitor tuh, manajemen semua yang ngatur itu, ada manajer dan sekretaris. Pokoknya saya sudah bilang ke manajemen mereka pulang," pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)