Haji Uma dan Komunitas Aceh di Malaysia Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Timur Sakit Paru-Paru
Muhammad Hadi August 08, 2026 02:19 AM

Haji Uma dan Komunitas Aceh di Malaysia Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Timur Sakit Paru-Paru

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, bersama komunitas perantau Aceh di Malaysia kembali membantu pemulangan warga asal Aceh Timur yang menderita penyakit paru-paru.

Warga tersebut adalah Khalil bin Zakaria, warga Gampong Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. 

Selama kurang lebih tujuh tahun bekerja di Malaysia, Khalil bekerja sebagai operator ekskavator pada sebuah proyek konstruksi.

Untuk membantu kepulangannya ke Tanah Air, Haji Uma bersama Group Aceh Bersatu (GAB), Group Aceh Meutuah (GAM), dan Group Koper menggalang dana guna memenuhi kebutuhan biaya perjalanan dan pengobatan Khalil.

Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp12.945.000. Dana tersebut digunakan untuk biaya utama pemulangan Khalil sebesar Rp8.630.000, biaya penjemputan dari Kuantan menuju Kuala Lumpur sebesar Rp2.157.000, serta uang pegangan selama perjalanan sebesar Rp2.157.000.

Masing-masing pihak, yakni Haji Uma, GAB, GAM, dan Group Koper, memberikan kontribusi sebesar Rp4.315.000 untuk mendukung proses pemulangan tersebut.

Khalil diketahui merupakan anggota aktif Group Aceh Bersatu (GAB), Group Aceh Meutuah (GAM), dan Group Koper. 

Status tersebut turut memudahkan proses koordinasi dan penggalangan bantuan hingga akhirnya kepulangannya dapat direalisasikan.

Khalil tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Setibanya di Aceh, ia langsung dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal.

Proses rujukan ke rumah sakit didampingi oleh Irwandy, staf Haji Uma di Banda Aceh, guna memastikan Khalil segera memperoleh perawatan intensif hingga kondisi kesehatannya membaik.

Haji Uma bersama komunitas Aceh di Malaysia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban Khalil dan keluarga. 

Menurutnya, solidaritas sesama perantau Aceh menjadi kekuatan penting dalam membantu warga yang mengalami kesulitan saat berada di negeri orang.

Sementara itu, Fitriani, adik kandung Khalil, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses kepulangan kakaknya.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota GAB, Group Koper serta GAM yang telah membantu memfasilitasi kepulangan Ayah kami ke Aceh. Semoga segala kebaikan ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” ungkapnya.

Keluarga berharap semangat kepedulian, kekompakan, dan solidaritas yang ditunjukkan oleh GAB, Group Koper, dan GAM terus terjaga sehingga dapat terus membantu masyarakat Aceh yang mengalami kesulitan di perantauan, khususnya di Malaysia.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.