Mantan pemain gagal Manchester United, Jadon Sancho, membuat klub kasta ke-10 Flixton FC harus mengeluarkan pernyataan publik yang tidak biasa untuk menegaskan bahwa sang pemain tidak sedang bernegosiasi untuk bergabung dengan mereka. Winger berusia 26 tahun itu kini berstatus bebas transfer setelah periode sulitnya di Manchester United resmi berakhir pada awal musim panas ini.
Flixton FC meluruskan situasi Sancho
Flixton FC terpaksa menerbitkan pernyataan resmi untuk menjelaskan bahwa mereka tidak sedang berdiskusi untuk merekrut mantan winger United, Sancho. Pemain 26 tahun itu, yang menjadi agen bebas pada 1 Juli, menggunakan fasilitas klub kasta ke-10 tersebut di Greater Manchester untuk menjaga kebugaran sambil mempertimbangkan sejumlah tawaran profesional dari berbagai belahan dunia.
Situasi ganjil itu berkembang setelah Sancho muncul dalam sebuah video yang memuji kualitas fasilitas milik klub non-liga tersebut, sehingga memunculkan spekulasi bahwa ia bisa membuat keputusan mengejutkan dengan turun jauh dalam piramida sepak bola. Dalam cuplikan itu, mantan winger United tersebut berkata: "Anda punya tata letak yang bagus di sini. Ini pertama kalinya saya berada di area ini, dan ini pertama kalinya saya melihat lapangan yang bagus [di area ini] selain United dan City."
Pemilik klub meluruskan fakta
Untuk benar-benar meredam rumor viral itu sekaligus memuji perilaku sang winger yang dinilai sangat baik selama berada di lokasi, pihak klub merilis penjelasan lengkap yang menguraikan tujuan sebenarnya dari kunjungan tersebut.
Dalam pernyataan resmi, pemilik Flixton, Christopher Garcia, mengatakan: "Dalam beberapa hari terakhir, kami telah melihat sejumlah unggahan dan komentar yang beredar mengenai kunjungan Jadon Sancho ke Flixton FC.
"Untuk memperjelas, Jadon tidak menjalani trial bersama klub dan tidak terlibat dalam pembicaraan transfer apa pun. Ia hanya menggunakan fasilitas kami untuk sesi latihan pribadi demi menjaga kebugarannya sambil mempersiapkan babak berikutnya dalam kariernya.
"Kami bangga bahwa kualitas lapangan dan fasilitas kami membuat Flixton menjadi tempat di mana pemain dengan kaliber seperti dirinya merasa nyaman untuk berlatih, dan ia dipersilakan berlatih di Flixton FC kapan pun ia menginginkannya."
Garcia melanjutkan: "Selama kunjungannya, Jadon tidak menunjukkan apa pun selain sikap profesional, rendah hati, dan murah hati dengan waktunya. Setelah menyelesaikan sesinya, ia dengan senang hati bertemu para pendukung muda, berfoto, menandatangani autograf, dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua orang yang berkesempatan menemuinya.
"Jadon adalah pesepak bola kelas dunia yang telah mencapai lebih banyak hal dalam permainan ini daripada yang bisa diimpikan sebagian besar pemain. Ia pantas mendapatkan respek atas pencapaiannya maupun cara ia membawa diri selama kunjungan tersebut, bukan kritik tak berdasar yang kemudian mengikutinya."
Kesulitan Sancho di Old Trafford
Episode aneh di Flixton ini menjadi bab terbaru dalam periode sulit Sancho, yang direkrut United dengan nilai fantastis £73 juta dari Borussia Dortmund pada 2021. Masa baktinya di Theatre of Dreams tidak pernah benar-benar berjalan sesuai harapan, dengan catatan hanya 12 gol dalam 83 penampilan sepanjang periode lima tahun.
Kontrak Sancho akhirnya habis pada 1 Juli, menjadikannya salah satu agen bebas paling menonjol di pasar. Meski ia membantu tim Villa asuhan Unai Emery meraih trofi di Liga Europa saat dipinjamkan musim lalu, pemain internasional Inggris itu kerap dimainkan dalam peran sekunder dan hanya menjadi starter dalam 18 dari 39 penampilannya sepanjang kampanye.
Menunggu babak berikutnya
Meski kaitan dengan klub non-liga itu murni bersifat spekulatif, sang winger memang mendapat minat nyata dari luar negeri saat mempertimbangkan masa depannya. Klub Qatar, Al-Rayyan, muncul sebagai salah satu dari sedikit tim yang telah mengajukan pertanyaan resmi, menawarkan kemungkinan awal baru bagi pemain 26 tahun itu di Timur Tengah.
Sancho dikabarkan terbuka terhadap berbagai pilihan, termasuk Liga Pro Saudi atau kembali ke Bundesliga, tempat ia sebelumnya menikmati kesuksesan bersama Dortmund. Untuk saat ini, ia masih belum memiliki klub dan terus menjalani latihan mandiri, sebuah situasi yang sempat membuat klub kasta ke-10 menjadi pusat perhatian dunia sepak bola.