Diego Forlan telah menyetujui untuk menangani Uruguay secara sementara setelah kepergian Marcelo Bielsa menyusul kampanye Piala Dunia yang mengecewakan. Mantan penyerang berusia 47 tahun itu akan merangkap peran tersebut dengan tugasnya sebagai pelatih kepala tim U-20, dan akan memimpin laga-laga persahabatan pada musim gugur selagi federasi mencari manajer permanen.
Striker legendaris menerima peran tersebut.
Forlan masuk sebagai pelatih kepala sementara Uruguay setelah Bielsa pergi akibat kampanye Piala Dunia yang buruk. Mantan striker berusia 47 tahun itu akan menggabungkan jabatan ini dengan tugasnya saat ini memimpin tim U-20 negaranya menjelang kualifikasi mendatang. Ia dijadwalkan membimbing La Celeste melewati rangkaian laga persahabatan musim gugur sementara federasi memburu pengganti tetap, yang diperkirakan akan mulai bertugas pada akhir 2026 atau awal 2027.
Kampanye buruk memicu perubahan.
Keputusan federasi menunjuk Forlan diambil setelah Uruguay tersingkir secara mengecewakan di fase grup Piala Dunia, hanya mengumpulkan dua poin saat menghadapi Tanjung Verde dan Arab Saudi. Hasil itu menjadi kali kedua Bielsa gagal mencapai fase gugur dalam tiga penampilannya di Piala Dunia sebagai pelatih. Meski Uruguay mencatat rata-rata penguasaan bola 55 persen sepanjang turnamen, statistik tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Bielsa di kursi pelatih.
Pengalaman terbatas menguji kapasitasnya.
Forlan mengambil alih jabatan manajerial dengan pengalaman melatih yang terbatas, karena sejak pensiun dari sepak bola ia hanya pernah menangani Penarol dan Atenas. Namun, ia tetap sangat dihormati di Uruguay berkat karier bermain yang gemilang, yang menghasilkan 36 gol dalam 112 penampilan internasional serta penghargaan Bola Emas di Piala Dunia 2010. Ikon nasional itu kini berharap dapat menginspirasi para bintang Eropa di skuad senior dari tepi lapangan.
Ajang pembuktian pada musim gugur menanti.
Ujian pertama Forlan bersama tim senior akan datang saat Uruguay menghadapi Jepang dalam laga persahabatan pada 24 September. Selain membangun ulang tim senior, pelatih tersebut juga harus memusatkan perhatian untuk membawa skuad U-20 lolos ke Piala Dunia U-20 tahun depan melalui kualifikasi Amerika Selatan pada awal 2027. Kepemimpinannya akan diuji saat ia berupaya memulihkan kebanggaan tim nasional di panggung global.