Rudy Mas'ud Percepat Transformasi Pendidikan Kaltim, Akses Belajar Diperluas, Kualitas SDM Diperkuat
Briandena Silvania Sestiani August 08, 2026 05:07 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Komitmen Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan kembali mendapat pengakuan.

Berbagai kebijakan yang digulirkan sejak awal masa kepemimpinannya dinilai menjadi fondasi penting bagi transformasi pendidikan di Benua Etam.

Atas komitmen tersebut, Rudy Mas'ud dianugerahi penghargaan Pelopor Transformasi Pendidikan Berkelanjutan dalam ajang Tribun Kaltim Award 2026 yang digelar di Hotel MaxOne Balikpapan, Kamis (30/7/2026) malam.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat pemerataan layanan pendidikan, hingga mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pembangunan, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rudy Mas'ud berhalangan hadir secara langsung dalam malam penganugerahan tersebut. Penghargaan kemudian diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Armin, yang hadir mewakili Gubernur.

Dalam sambutannya, Armin menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Komitmen Bangun SDM Lewat Pendidikan, Rudy Masud Dianugerahi Penghargaan Tribun Kaltim Award 2026

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan terhadap seorang kepala daerah, melainkan juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.

Ia mengatakan, sejak awal kepemimpinannya, Rudy Mas'ud menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Karena itu, berbagai kebijakan pendidikan terus didorong agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.

Menurut Armin, Gubernur meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga ditopang oleh kualitas manusia yang mampu mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.

"Ini yang selalu disampaikan oleh Pak Gubernur bahwa hanya dengan pendidikanlah yang bisa mengubah," ujar Armin.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis. Salah satu yang menjadi unggulan adalah Gratispol Pendidikan, program yang membuka akses pendidikan tinggi secara gratis bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Melalui program itu, pemerintah daerah berupaya menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi.

Dengan adanya pembiayaan dari pemerintah, masyarakat diharapkan tidak lagi terbebani biaya kuliah sehingga lebih banyak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan.

Pada tahun anggaran berjalan, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp288,5 miliar untuk membiayai pendidikan sebanyak 63.603 mahasiswa yang tersebar di tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta.

Program tersebut juga dirancang sebagai investasi jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memproyeksikan anggaran Gratispol Pendidikan meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp1,3 triliun dengan target menjangkau sekitar 158 ribu mahasiswa.

Tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, Pemprov Kaltim juga membangun kolaborasi dengan 53 perguruan tinggi agar program pendidikan gratis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dapat menempuh pendidikan mulai jenjang Diploma III hingga Strata III tanpa terbebani biaya pendidikan.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus mendukung kebutuhan tenaga profesional di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN.

Transformasi pendidikan yang dijalankan Rudy Mas'ud juga tidak hanya berfokus pada perguruan tinggi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut memperhatikan pendidikan dasar dan menengah melalui berbagai kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat.

Salah satunya dengan membagikan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru. Program tersebut bertujuan mengurangi beban pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran sekaligus memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah tanpa terkendala biaya perlengkapan pendidikan.

Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga memperkuat pemerataan akses pendidikan dengan melibatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah.

Dukungan terhadap sekolah swasta diberikan agar mampu membantu memenuhi kebutuhan layanan pendidikan, terutama di wilayah yang daya tampung sekolah negerinya masih terbatas.

Perhatian terhadap pemerataan pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian bantuan kepada santri di pondok pesantren.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kalimantan Timur memperoleh hak pendidikan tanpa membedakan latar belakang ekonomi, agama, suku, maupun gender.

Selain memperluas akses pendidikan, Rudy Mas'ud juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaikkan insentif bagi guru sekolah umum, guru pondok pesantren, hingga tenaga kependidikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi penerus.

Upaya meningkatkan mutu pendidikan juga dilakukan melalui pembenahan sarana dan prasarana. Digitalisasi pembelajaran terus diperkuat di sejumlah sekolah unggulan.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan SMA Negeri 10 Samarinda menjadi Sekolah Garuda berstandar internasional yang diharapkan mampu melahirkan lulusan berdaya saing global.

Menurut Armin, seluruh program tersebut merupakan bagian dari visi besar Gubernur Rudy Mas'ud untuk membangun Kalimantan Timur melalui investasi di bidang pendidikan.

Pemerintah meyakini pembangunan manusia akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai perubahan, termasuk transformasi ekonomi dan pembangunan kawasan IKN.

Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan, memperluas kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan tinggi, serta melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan karakter kuat.

"Sampai ke S3 ini perlu terus kita dorong, perlu terus kita berikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa inilah saatnya Kalimantan Timur untuk bangkit melalui peningkatan pendidikan," pungkas Armin. 

Menyiapkan Generasi Unggul

Penghargaan Pelopor Transformasi Pendidikan Berkelanjutan yang diterima Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud pada ajang Tribun Kaltim Award 2026 tidak hadir tanpa alasan.

Apresiasi tersebut didasarkan pada berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah GRATISPOL. Program ini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

Pada tahun anggaran berjalan, Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp288,5 miliar untuk membiayai pendidikan 63.603 mahasiswa yang tersebar di tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) dan 45 perguruan tinggi swasta (PTS).

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah juga telah menyiapkan peningkatan anggaran pendidikan hingga mencapai Rp1,3 triliun. Anggaran tersebut diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 158 ribu mahasiswa sebagai bagian dari strategi menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas.

Untuk memperluas cakupan program, Pemprov Kaltim menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi. Melalui kemitraan itu, mahasiswa dapat menempuh pendidikan gratis mulai jenjang Diploma III hingga Strata III.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan, pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Rudy Mas'ud karena diyakini sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Menurutnya, arah pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas manusianya agar mampu menjawab tantangan pembangunan Kalimantan Timur, termasuk hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Pak Gubernur dalam memimpin Kalimantan Timur tetap berkomitmen menjadikan pembangunan SDM, khususnya pendidikan, sebagai fondasi utama pembangunan daerah," ujar Ririn.

Selain membuka akses pendidikan tinggi, Pemprov Kaltim juga menghadirkan berbagai program yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru untuk membantu meringankan beban orang tua pada awal tahun ajaran.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperkuat pemerataan layanan pendidikan dengan memberikan perhatian yang sama kepada sekolah swasta. Kebijakan tersebut diambil agar sekolah swasta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan daya tampung peserta didik di berbagai wilayah.

Program pendidikan gratis juga diperluas hingga menyasar pondok pesantren. Dengan demikian, bantuan pendidikan tidak hanya diterima siswa di sekolah umum, tetapi juga para santri di berbagai pesantren di Kalimantan Timur.

Menurut Ririn, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, agama, suku, maupun gender.

"Harapannya, tidak ada lagi anak-anak Kalimantan Timur yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya. Pendidikan harus menjadi hak yang bisa diakses seluruh masyarakat," katanya.

Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik melalui peningkatan insentif bagi guru sekolah umum, guru pesantren, hingga tenaga kependidikan.

Sementara di bidang sarana dan prasarana, pemerintah terus memperkuat digitalisasi sekolah, termasuk menyiapkan SMA Negeri 10 Samarinda menjadi Sekolah Garuda berstandar internasional.

Ririn memastikan berbagai program tersebut akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Meski dihadapkan pada tantangan fiskal, komitmen untuk mendukung pendidikan tidak akan dikurangi.

"Untuk alokasi sesuai komitmen, pendidikan khususnya jenjang menengah dan program beasiswa tetap kita lanjutkan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM Kalimantan Timur yang unggul dan berdaya saing," pungkasnya

(TribunKaltim.co/Ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.