Tony Cascarino mencatatkan 88 penampilan bersama Republik Irlandia, tetapi kelayakannya sempat dipertanyakan secara tidak masuk akal setelah ia meninggalkan panggung internasional.
Ini menjadi salah satu klaim yang paling sering diulang dalam obrolan pub: bahwa Tony Cascarino “sebenarnya bukan orang Irlandia”, meski ia tampil 88 kali untuk negara itu sepanjang karier internasional yang berlangsung 14 tahun.
Meski terdengar seperti potongan kisah yang menggelikan, anggapan tersebut berakar pada serangkaian sikap lama yang cukup ganjil.
Mantan penyerang Gillingham, Millwall, dan Marseille itu tampil di tiga turnamen besar bersama Republik Irlandia: Euro 88, serta Piala Dunia 1990 dan 1994.
Pada masa itu, banyak omong kosong disebarkan oleh suporter dan media Inggris mengenai pemain Irlandia “plastik”, yakni mereka yang tumbuh besar di Britania tetapi memenuhi syarat lewat garis keturunan.
Dan ada satu detail tambahan dalam jalan Cascarino, yang lahir di London, menuju level internasional yang membuat reaksi terhadap “pengungkapan” dalam autobiografinya menjadi jauh lebih keras pada tahun 2000.
Surat kabar saat itu sangat menikmati kabar ketika Cascarino mengungkapkan bahwa ibunya diadopsi oleh orang tua Irlandia, seolah-olah hal itu membuat perbedaan penting apa pun.
Yang lebih penting, Cascarino sendiri bahkan tidak mengetahui bahwa ibunya adalah anak adopsi sampai 1996, delapan tahun setelah karier internasionalnya dimulai; selain itu, sang ibu juga sudah terdaftar di Irlandia beberapa tahun sebelum debutnya.
Meski begitu, fakta bahwa ibunya bukan orang Irlandia secara darah sempat membuat Cascarino mempertanyakan identitas dirinya. Ia mengatakan reaksi awalnya adalah: “Saya tidak memenuhi syarat untuk Irlandia. Saya penipu. Orang Irlandia palsu.”
FAI kemudian menegaskan bahwa kelayakan Cascarino tetap sah, karena memang jelas demikian.
Sekarang, Cascarino merasa jauh lebih mantap mengenai persoalan itu, seperti yang ia ungkapkan kepada FourFourTwo.
Ia berkata: “Nama saya Cascarino, jadi semua orang selalu mengira saya orang Italia [dari garis keturunan].
“Nama ibu saya Teresa O’Malley — keluarganya [yang mengadopsi] berasal dari Mayo, di Irlandia.
“Kalau nama saya O’Malley, tak satu pun orang di planet ini akan mempertanyakan saya bermain untuk Irlandia — tetapi karena nama belakang saya, semua orang langsung berasumsi.
“Kakek saya adalah Michael O’Malley. Dia tinggal bersama kami, tetapi dia tidak pernah melihat saya bermain untuk Irlandia.
“Dia pasti akan sangat bangga karena dia mencintai negara itu. Saya tidak pernah berpikir dua kali soal itu. Ketika saya mendapat kesempatan bermain untuk Irlandia, saya tidak ragu. Saya menyukainya.”