Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah fasilitas bermain anak di Taman Meuraxa, Kota Banda Aceh, dilaporkan hilang akibat pencurian yang terjadi berulang.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad.
Ia meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan fasilitas yang hilang sekaligus memperkuat sistem pengamanan di kawasan taman.
Menurut Tuanku Muhammad, Taman Meuraxa merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai, dan bermain bersama anak-anak.
Karena itu, hilangnya fasilitas permainan tidak hanya merusak sarana publik, tetapi juga mengurangi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan taman tersebut.
Baca juga: Fenomena Asusila dan Judi Online Ancam Generasi Aceh, Tuanku Muhammad Sebut Keluarga Benteng Pertama
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Taman Meuraxa dibangun untuk memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta menjadi ruang interaksi masyarakat.
Jangan sampai fasilitas yang dibangun dari uang rakyat terus menjadi korban pencurian berulang,” tegas Tuanku Muhammad.
Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai kehilangan beberapa unit fasilitas.
Setiap aset publik yang hilang merupakan kerugian bagi masyarakat karena pengadaannya menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
Tuanku Muhammad meminta Pemko Banda Aceh segera melakukan inventarisasi terhadap seluruh fasilitas yang hilang maupun rusak.
Pemerintah juga diminta mempercepat proses penggantian fasilitas agar seluruh wahana bermain dapat kembali digunakan masyarakat.
Selain pemulihan fasilitas, ia mendorong penguatan sistem keamanan di kawasan Taman Meuraxa.
Langkah tersebut antara lain melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis, peningkatan pencahayaan, patroli rutin petugas, serta evaluasi sistem pengawasan aset daerah.
“Jangan hanya memperbaiki setelah hilang, tetapi bangun sistem yang mampu mencegah pencurian sejak awal.
Lebih baik pemerintah berinvestasi pada sistem pengamanan daripada terus mengeluarkan anggaran untuk mengganti fasilitas yang hilang,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
Ia berharap penanganan fasilitas Taman Meuraxa tidak hanya bersifat sementara, tetapi diikuti kebijakan yang mampu melindungi seluruh aset publik secara berkelanjutan.
Tuanku Muhammad juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Menurutnya, ruang publik yang bersih, aman, dan terawat merupakan salah satu cerminan kualitas sebuah kota sekaligus investasi bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Kalau kita ingin Banda Aceh menjadi kota yang nyaman, maju, dan ramah anak, maka menjaga fasilitas publik harus menjadi budaya bersama.
Jangan biarkan segelintir orang merusak kenyamanan ribuan warga yang setiap hari memanfaatkan taman ini,” katanya.
Ia berharap Taman Meuraxa segera kembali menjadi ruang publik yang aman, lengkap, dan nyaman sehingga tetap menjadi salah satu fasilitas yang dibanggakan masyarakat Kota Banda Aceh.
“Taman kota bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi simbol kepedulian pemerintah terhadap kualitas hidup warganya. Karena itu,
Taman Meuraxa harus dijaga bersama dan tidak boleh terus menjadi korban pencurian berulang,” tutup Tuanku Muhammad. (*)