TRIBUNNEWS.COM - MotoGP 2026 memasuki seri ke-12 yang digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris akhir pekan ini.
Persaingan berlanjut dengan agenda sprint race sebelum balapan utama.
Sprint race menjadi kesempatan bagi para pembalap untuk mengumpulkan tambahan poin sekaligus memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Sprint race MotoGP Inggris 2026 berlangsung selama 10 lap dan bakal digelar hari ini, Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 22.00 WIB.
Penggemar dapat menyaksikan jalannya balapan melalui siaran langsung SPOTV dan platform streaming Vidio.
Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Inggris 2026: Alex Marquez Tercepat, Marc Marquez hingga Jorge Martin di Luar Top 5
Marc Marquez membawa ambisi besar ke MotoGP Inggris setelah tampil impresif dalam beberapa seri sebelum jeda musim.
Pembalap Ducati tersebut berhasil memenangkan sprint race dan balapan utama dalam tiga dari empat seri terakhir.
Konsistensi itu membuatnya semakin diperhitungkan dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Namun, performanya pada sesi practice Jumat (7/8/2026) belum sesuai harapan.
Marquez berada di posisi ketujuh dan terpaut lebih dari tujuh persepuluh detik dari Marco Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat bersama Aprilia.
Ia juga masih berada di belakang Fabio Di Giannantonio.
Pembalap VR46 Ducati tersebut unggul lebih dari tiga persepuluh detik atas Marquez.
Baca juga: MotoGP Resmi Perpanjang Kontrak Silverstone hingga 2028, Isu Donington Park Akhirnya Terjawab
Marquez menilai karakter Sirkuit Silverstone membuat kelemahan gaya balapnya lebih mudah terlihat.
Tikungan cepat dan mengalir yang sebelumnya menjadi salah satu area kekuatannya kini justru menjadi bagian yang sulit ditaklukkan.
Marquez menjelaskan bahwa dirinya sempat mencoba mengikuti gaya balap sang adik, Alex Marquez, untuk mencari referensi kecepatan di beberapa bagian lintasan.
Namun, upaya tersebut justru membuatnya semakin kesulitan dan kehilangan waktu.
"Saya belajar bahwa di beberapa bagian dia sangat cepat, dan ketika saya mencoba meniru serta mengikutinya, justru semakin buruk karena saya terlalu memaksakan diri dan kehilangan lebih banyak waktu."
"Jadi, itu adalah karakter pembalap. Di usia 33 tahun, saya masih bisa sedikit beradaptasi, tetapi gaya balap saya tetaplah gaya balap saya."
"Dengan gaya balap saya, sejak 2013, saya kuat di sirkuit yang sama dan saya kuat di bagian yang sama. Jadi, di tikungan-tikungan yang mengalir itulah saya mengalami kesulitan," kata Marquez, dikutip dari Motorsport.
Marquez menjelaskan bahwa masalah serupa juga dirasakannya pada musim lalu.
Hanya saja, ketika itu ia masih mampu mengompensasi kekurangan tersebut melalui bagian lain di lintasan.
"Tahun lalu, saya mengalami kesulitan di bagian yang sama [di Silverstone] seperti tahun ini, tetapi saya mampu memulihkan waktu di perubahan arah atau bagian lainnya. Tahun ini tidak. Tahun ini, saya kesulitan di bagian yang sama, tetapi di bagian yang menjadi kekuatan saya tahun lalu, saya sedikit lebih lambat karena kami tahu alasannya [cedera bahu]."
"Mari kita lihat apakah kami bisa mengatasinya dan mencoba menikmati akhir pekan. Posisi tidak menjadi masalah," tambah Marquez.
Dengan hasil practice yang belum maksimal, Marquez masih memiliki pekerjaan rumah sebelum sprint race dimulai.
Ducati harus menemukan peningkatan performa agar mampu mendekati persaingan papan atas.
(Tribunnews.com/Isnaini)