Pemugaran Candi Mendut Dipercepat, Target Rampung Sebelum Waisak 2027
Hari Susmayanti August 08, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X resmi memulai purna pugar tahap II Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jumat (7/8). Proyek pemugaran yang ditargetkan berlangsung selama satu tahun itu dipercepat agar Candi Mendut dapat kembali difungsikan pada rangkaian perayaan Waisak 2027.

Pemugaran tahap kedua difokuskan pada perbaikan struktur bagian atas candi yang selama ini mengalami kerusakan akibat rembesan air. Selain memperkuat konstruksi, pekerjaan ini juga bertujuan mengembalikan bentuk asli Candi Mendut dengan memasang kembali elemen-elemen arsitektur yang sempat hilang.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Riris Purbasari, mengatakan hasil kajian menunjukkan kerusakan pada bagian atap harus segera ditangani agar tidak mengancam kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

"Target penyelesaian kami satu tahun. Namun kami berupaya mempercepat pekerjaan agar Candi Mendut sudah bisa dimanfaatkan kembali saat perayaan Waisak mendatang," ujar Riris.

Menurutnya, tahapan pekerjaan diawali dengan membongkar material semen yang dipasang pada pemugaran terdahulu. Material tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya rembesan air yang memengaruhi stabilitas struktur bangunan.

"Pekerjaan tahap kedua ini dimulai dengan membongkar lapisan semen lama di bagian atap. Setelah itu batu-batu asli akan kami tata kembali sesuai konstruksi aslinya sehingga struktur candi menjadi lebih stabil," katanya.

Selama proses pembongkaran, tim pemugaran juga menemukan susunan stupa-stupa kecil yang sebelumnya berada di bagian atap candi. Temuan itu menjadi bagian penting dalam proses mengembalikan bentuk asli bangunan.

"Kami menemukan susunan stupa-stupa kecil yang nantinya akan dikembalikan ke posisi semula. Dengan begitu, setelah pemugaran selesai, tampilan Candi Mendut akan lebih mendekati bentuk aslinya," jelas Riris.
Untuk mengejar target penyelesaian, BPK Wilayah X memperpanjang waktu kerja para pekerja hingga malam hari.

Koordinator Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia, Wiwit Kasiyati, mengatakan pemugaran tahap kedua tidak hanya berorientasi pada penyelamatan struktur bangunan, tetapi juga mengembalikan identitas arsitektur Candi Mendut.

"Selain stupa-stupa di bagian atap, penampil depan candi juga akan dikembalikan. Jadi nanti secara visual Candi Mendut akan tampak lebih utuh dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Derita Warga Pancuran Dlingo Terdampak Kekeringan, Bahkan Air Belik Tak Bisa Dikonsumsi

Di sisi lain, BPK Wilayah X juga mulai menyiapkan pengembangan kawasan wisata berbasis pelestarian. Salah satu program yang direncanakan adalah menghidupkan kembali pertunjukan sound and light serta wisata malam bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang.

"Kami ingin kawasan Candi Mendut tidak hanya hidup pada siang hari. Ke depan ada rencana mengaktifkan kembali pertunjukan sound and light dan wisata malam sehingga pengalaman wisata menjadi lebih menarik," kata Wiwit.

Meski demikian, konsep pengembangan wisata tersebut tetap mengedepankan prinsip konservasi. Pengelola berencana membatasi akses wisatawan agar tidak lagi naik ke bangunan maupun memasuki bilik candi.

"Kemungkinan besar wisatawan tidak lagi diperbolehkan naik atau masuk ke dalam bilik candi. Pengunjung tetap bisa menikmati keindahan Candi Mendut dari area luar tanpa mengurangi nilai pengalaman wisatanya," tegasnya.

Sebelum pekerjaan dimulai, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X menggelar prosesi selamatan tumpengan dan doa bersama yang dipimpin Bante Pabhakaro. Doa dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan seluruh pekerja serta kelancaran proses purna pugar hingga selesai.

Melalui pemugaran tahap II ini, Candi Mendut diharapkan kembali berdiri kokoh dengan bentuk yang semakin mendekati kondisi aslinya. Keberhasilan proyek tersebut bukan hanya menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menyambut kembali ribuan umat Buddha dan wisatawan yang setiap tahun memadati kawasan Candi Mendut dalam rangkaian perayaan Waisak. (yrp)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.