Sepanjang Tahun 2026 Terjadi 298 Kebakaran di Palembang, Bulan Juli Tertinggi Capai 82 Kasus
Odi Aria August 08, 2026 08:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Kota Palembang mencatat sebanyak 298 kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kota Palembang sepanjang 2026 hingga 7 Agustus.

Intensitas kebakaran mengalami peningkatan memasuki musim kemarau.

Bahkan, Juli menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, yakni mencapai 82 kasus.

Plt Kepala Damkarmat Palembang Kemas Haikal didampingi Kabid Pemadam Kebakaran Rika Trisna mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, Januari tercatat 17 kejadian, Februari 28 kejadian, Maret 35 kejadian, April 29 kejadian, Mei 32 kejadian, dan Juni sebanyak 46 kejadian.

Sementara pada Juli, jumlah kebakaran melonjak menjadi 82 kejadian. Kemudian hingga 7 Agustus 2026, tercatat 29 kejadian kebakaran.

"Sepanjang 2026 terjadi kebakaran di Kota Palembang mencapai 298," kata Kemas Haikal kepada Sripoku.com, Jumat (7/8/2026).

Dari ratusan kejadian tersebut, penyebab kebakaran paling banyak diduga akibat masalah kelistrikan, yakni sebanyak 127 kasus.

Selanjutnya, kebakaran akibat kelalaian manusia tercatat 46 kasus, faktor lain-lain 85 kasus, obat nyamuk 4 kasus, rokok 3 kasus, korek api 2 kasus, dan kompor 2 kasus.

"Penyebab kebakaran masih didominasi, dugaannya masih korsleting listrik," ujarnya.

Sementara itu, rumah menjadi objek yang paling banyak terbakar dengan 122 kasus.

Kemudian lahan sebanyak 61 kasus, infrastruktur kelistrikan 58 kasus, kendaraan 24 kasus, gudang 6 kasus, gedung 3 kasus, dan objek lainnya 90 kasus.

Data Damkarmat juga menunjukkan adanya peningkatan kejadian kebakaran rumah.

Pada triwulan pertama tercatat sebanyak 56 kejadian, sedangkan pada triwulan kedua tercatat 61 kejadian.

Kemas mengatakan, memasuki musim kemarau, pihaknya meningkatkan kesiagaan personel. Petugas dibagi dalam peleton dan disiagakan selama 24 jam.

Selain itu, personel rutin melakukan simulasi pemadaman serta pelatihan fisik untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kejadian kebakaran.

"Armada pemadam dipastikan dalam kondisi siap beroperasi setiap saat. Pemeriksaan peralatan, pompa, selang, dan pasokan air dilakukan lebih intensif," jelasnya.

Damkarmat Palembang juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, kepolisian, dan PLN.

Edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran turut ditingkatkan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Menurut Kemas, petugas masih menghadapi sejumlah kendala ketika melakukan pemadaman di lapangan.

Di antaranya akses jalan yang sempit atau padat, lokasi sumber air yang jauh, warga berkerumun, kendaraan yang parkir menutup akses jalan lingkungan, cuaca panas yang membuat api cepat membesar, bangunan yang berdempetan, hingga angin kencang.

Karena itu, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112 ketika melihat kejadian kebakaran.

Warga juga diminta memberikan alamat dan titik lokasi secara jelas, membuka akses jalan bagi mobil pemadam, tidak berkerumun di sekitar lokasi, serta membantu petugas menunjukkan sumber air terdekat.

Jika kondisi memungkinkan dan aman, warga juga dapat mematikan aliran listrik untuk mencegah api semakin meluas.

"Nomor darurat yang dapat dihubungi 112, nomor layanan darurat terpadu," pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.