Pertama, peserta Selajur Sampan di kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang bakal memperebutkan hadiah sebanyak Rp50 juta.
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun.
Selanjutnya, sebanyak 1.350 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar ditemukan polisi dalam sebuah rumah di Perumahan yang berada di Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
BBM bersubsidi tersebut ditemukan dalam dua tempat berbeda, yakni 36 jeriken dan satu unit tedmon yang berada di lokasi tersebut.
Terakhir, Pemerintah Kota Padang menganugerahkan Pin Emas kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa di berbagai bidang pengabdian pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat (7/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam bidang budaya, keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, koperasi dan UMKM, komunikasi, kemasyarakatan, hingga kepemudaan dan olahraga.
Baca selengkapnya berikut ini:
Peserta Selajur Sampan di kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang bakal memperebutkan hadiah sebanyak Rp50 juta.
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun.
Sebelum kegiatan dimulai yang ditandai dengan pemukulan gandang tasa oleh Walikota Padang, Fadly Amran beserta jajaran, terlebih dahulu dilakukan penanaman bibit, peresmian jembatan Hildesheim dan pembersihan sungai.
Barulah setelah itu, lomba Selajur Sampan resmi dimulai pada Jumat (7/8/2026( dan akan berakhir Minggu 9/8/2026).
Ketua Panitia, Mega Nanda mengatakan total sebanyak 18 tim yang mengikuti lomba Selajur Sampan di kawasan Sungai Batang Arau.
Baca juga: Mandi Laut Sepulang Sekolah, Pelajar SMK Hanyut di Pantai Apar Pariaman
"Total ada 18 tim yang akan bertanding di lomba Selajur Sampan," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi.
Perlombaan di bagi menjadi dua jalur, dengan warna merah dan hijau. Masing-masing tim akan berlomba untuk mencapai garis finish terlebih dahulu.
Pada hari pertama, sebanyak empat tim akan berlomba. Dibuka pukul 17.00 WIB dan berakhir 18.00 WIB.
"Untuk hari ini hanya empat tim, dilanjutkan besok dan berakhir pada Minggu (9/8/2026) mendatang," jelasnya.
Sementara itu, para tim akan memperebutkan hadiah senilai Rp50 juta. Mulai dari juara satu hingga peringkat empat.
Untuk jura satu, menerima hadiah Rp20.000.000. Lalu untuk juara 2 Rp15.000.0000.
"Sedangkan juara 3 Rp10.000.000 dan peringkat 4 Rp5.000.000," tambahnya.
Baca juga: Kacamata Korban Sampai Patah saat Cekcok, Kapolda Sumbar Pastikan Usut Dugaan Polisi Pukul Sopir
Selaju Sampan menjadi perhatian masyarakat pada rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Sejumlah peserta mengaku telah menyiapkan fisik, teknik, dan kekompakan selama sebulan penuh sebelum perlombaan dimulai di Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (7/8/2026).
Masyarakat terpantau sudah memadati kawasan sebelum lomba Selaju Sampan dimulai di kawasan Sungai Batang Arau.
Tak hanya masyarakat, persiapan oleh sejumlah peserta Selaju Sampan juga sudah matang sepenuhnya.
Salah satu peserta, Refmulyadi, mengatakan sudah mempersiapkan diri, latihan dan sebagainya menjelang lomba.
Baca juga: LKAAM Sumbar Finalisasi Perda Hukum Pidana Adat, Atur Denda hingga Pelanggaran Media Sosial
Kata dia, persiapan dimatangkan sebulan penuh di Gor Haji Agus Salim (GHAS) Padang.
"Kalau untuk fisik, latihan dengan tim, insyaallah sudah matang. Sebulan penuh sudah latihan," ucapnya saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut, lomba serupa sudah pernah diikuti sebelumnya, namun bukan dalam rangka HJK Padang.
Sehingga menjelang lomba Selaju Sampan ini, ia tidak merasa canggung atau cemas.
"Saya sudah pernah ikut lomba dayung sebelumnya, jadi kalau untuk mental sudah kuat," kata dia sembari berseloroh.
Baca juga: LKAAM Sumbar Finalisasi Perda Hukum Pidana Adat, Atur Denda hingga Pelanggaran Media Sosial
Ia berharap, semoga dengan persiapan yang telah dimatangkan sebulan penuh, bisa membawa timnya keluar sebagai pemenang.
"Insyaallah, kita berusaha dulu, semiga bisa menang dalam lomba ini," jelasnya.
Sama halnya, Alex, salah satu peserta dalam tim Selaju Sampan bernama Tan Malaka, juga sudah mempersiapkan fisik, latihan, dan mental selama sebulan penuh.
Kata dia, kemenangan dalam sebuah perlombaan hanyalah bonus. Namun, kelompakan dan semangat juang menjadi hal yang utama.
"Kalau menang cuma bonus, semoga dengan usaha selama ini, dan terciptanta kekompakan, bisa juara," sebutnya.
Baca juga: Peringati HJK Padang ke-357, Penumpang Trans Padang Berdesakan Berburu Promo Tarif Rp1
Jelang dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang untuk menyaksikan Selaju Sampan, Jumat (7/8/2026) sore.
Untuk diketahui, Selaju Sampan dimulai sekira pukul 17.00 WIB. Sedangkan masyarakat sudah memadati kawasan sekira pukul 15.00 WIB.
Selaju Sampan merupakan bagian dari rangkaian memeriahlan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tahun.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 15.03 WIB, tampak masyarakat sudah ramai di lokasi.
Di bagian jalan kecil di pinggir Sungai Batang Arau, masyarakat terlihat berlalu lalang menjelang kegiatan dimulai.
Lalu di bagian tepi Sungai Batang Arau, tepatnya di bangunan Sabo Dam, banyak masyarakat yang duduk dan mengarah ke depan sungai.
Baca juga: Cuaca Sumbar 8 Agustus 2026: Umumnya Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah
Selain masyarakat, di lokasi tampak sejumlah pelampung membentuk jalur laju sampan nantinya.
Banner-banner marawa sponsor dan umbul-umbil marawa juga menambah keindahan acara.
Di susi lain, arus lalu lintas tampak tersendat di pinggir Sungai Batang Arau. Hal itu dikarenakan, banyak kendaraan yang parkir.
Salah satu pengunjung, Hidayat mengatakan datang ke lokasi tersebut sekira pukul 15.30 WIB.
Selaju Sampan dalam rangka memeriahkan HJK Padang baru pertama kali ia ikuti. Oleh karena itu, rasa penasaran membuat Hidayat hadir lebih cepat ke lokasi.
"Kalau informasinya, mulai acara pukul 17.00 WIB, saya sengaja datang lebih awal, agar bisa menyaksikan rangkaiannya, karena baru pertama melihat," ucapnya.
Baca juga: Tanggul Jebol Langsung Diperbaiki, Warga Kuranji Padang Apresiasi Gerak Cepat Gubernur Sumbar
Ia sempat mengira Selaju Sampan tak akan terlalu ramai, akan tetapi saat di lokasi, masyarakat sudah memedati kawasan Sungai Batang Arau beberapa jam jelang acara dimulai.
"Saya mengira tidak ramai, tapi pas di lokasi sangat banyak masyarakat, bahkan dua jam sebelum acara sudah penuh kawasan Sungai Batang Arau," tambahnya.
Sebanyak 1.350 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar ditemukan polisi dalam sebuah rumah di Perumahan yang berada di Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
BBM bersubsidi tersebut ditemukan dalam dua tempat berbeda, yakni 36 jeriken dan satu unit tedmon yang berada di lokasi tersebut.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan niaga Bio Solar di Kota Padang.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan aktivitas pemindahan BBM dari sebuah mobil Mitsubishi Micro Bus ke dalam puluhan jeriken.
Baca juga: LBH Padang Sebut Korban Dugaan Pelecehan di Polda Sumbar Belum Terima Pendampingan Pemulihan
"Tim Subdit IV Ditreskrimsus melakukan penyelidikan. Lalu, tim menemukan seseorang yang sedang menyalin BBM jenis Bio Solar dari tangki mobil ke dalam jeriken," ujar AKBP Okta Rahmansyah saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Jumat (7/8/2026).
Dalam pengungkapan itu, polisi menemukan 36 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter yang berisi sekitar 1.140 liter Bio Solar.
Selain itu, terdapat satu tedmon berkapasitas 1.200 liter yang juga berisi sekitar 210 liter Bio Solar.
Jika ditotal, polisi menemukan sekitar 1.350 liter Bio Solar di lokasi tersebut.
Menurut Okta, aktivitas pemindahan BBM dilakukan menggunakan mesin pompa dan selang sepanjang kurang lebih empat meter.
Baca juga: Polda Sumbar Gagalkan Dugaan Penjualan 2.990 Liter Solar Subsidi di Pessel, 2 Warga Jambi Ditangkap
Polisi kemudian mengamankan B (58), warga Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, yang berada di lokasi saat petugas melakukan penggerebekan.
Inisial B diamankan karena tidak dapat menunjukkan perizinan yang sah terkait aktivitas yang dilakukannya.
"Karena yang bersangkutan tidak dapat memperlihatkan perizinan yang sah perihal kegiatan yang sedang dilakukan, maka diamankan dan dibawa ke Mapolda Sumbar untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.
Dari lokasi, polisi turut menyita satu unit mobil Mitsubishi Micro Bus warna kuning kombinasi bernomor polisi BA 7576 BU, STNK kendaraan, 36 jeriken, satu unit tedmon, mesin pompa beserta selang, serta satu lembar barcode.
Okta mengatakan, BBM yang disita tidak disimpan sebagai barang bukti dalam bentuk fisik karena sifatnya mudah terbakar dan membahayakan apabila disimpan.
"Penyidik telah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum. BBM jenis Bio Solar tersebut diganti dengan uang hasil penjualan lelang," ujarnya.
B dalam kasus ini dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(*)
Pemerintah Kota Padang menganugerahkan Pin Emas kepada 12 tokoh masyarakat yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa di berbagai bidang pengabdian pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Jumat (7/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam bidang budaya, keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, koperasi dan UMKM, komunikasi, kemasyarakatan, hingga kepemudaan dan olahraga.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Padang.
"Penghargaan ini mencerminkan capaian Kota Padang hari ini. Tetapi tanggung jawab di masa depan jauh lebih besar," kata Fadly Amran di hadapan peserta rapat paripurna.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Kota Padang merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari DPRD, Forkopimda, aparatur sipil negara, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat.
"Pemerintah bekerja agar masyarakat merasakan perubahan. Pembangunan Kota Padang merupakan hasil kerja keras bersama untuk memastikan setiap keputusan menjadi pondasi masa depan kota," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya, IPDN Soroti Tata Kelola Pemerintahan
Pada bidang budaya dan adat istiadat, penghargaan diberikan kepada Syarifudin yang telah mendedikasikan hidupnya melatih seni randai sejak 1960 melalui Sanggar Randai Alang Bapega.
Selama lebih dari enam dekade, Syarifudin tidak hanya melatih generasi muda memainkan randai, tetapi juga menanamkan nilai-nilai filosofi kehidupan sekaligus menjaga kelestarian seni tradisional Minangkabau.
Di bidang keagamaan, penghargaan diterima Samsyul Akmal yang mewakili penerima penghargaan. Ia dikenal membina Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau, di mana sekitar 36 persen dari 1.033 santri merupakan anak yatim dan keluarga kurang mampu yang mendapatkan pendidikan secara gratis. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat.
Baca juga: Tanggul Jebol Langsung Diperbaiki, Warga Kuranji Padang Apresiasi Gerak Cepat Gubernur Sumbar
Penghargaan bidang pemberdayaan perempuan diberikan kepada Yefri Heriani, pendiri Yayasan Zilanisa atau Kawan Perempuan sejak 1999 dan Nurani Perempuan Women Crisis Center.
Lembaga tersebut menjadi organisasi pertama di Sumatera Barat yang fokus pada pencegahan kekerasan berbasis gender serta memberikan pendampingan psikososial dan bantuan hukum kepada para korban.
Sementara itu, penghargaan bidang sosial diterima Zulhardi Z Latif yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari memimpin Karang Taruna Kota Padang, menjadi relawan tsunami Aceh, tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19, hingga terjun langsung membantu masyarakat saat banjir besar melanda Kota Padang pada November 2025.
Di bidang lingkungan hidup, penghargaan diberikan kepada Prof Salewar atas kontribusinya dalam pengembangan sistem peternakan berkelanjutan yang mampu mengolah limbah industri menjadi pupuk organik sebagai bagian dari upaya perlindungan ekosistem.
Baca juga: Rapat Paripurna HJK Padang ke-357 Jadi Momentum Soroti Ketangguhan Kota hingga Mitigasi Bencana
Pada bidang kemanusiaan, penghargaan diberikan kepada Abdul Rahim yang berperan sebagai Koordinator Satgas Penanggulangan Covid-19 serta Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Padang periode 2017-2022. Saat pandemi, ia berada di garis depan dalam pengawasan wilayah perbatasan Kota Padang.
Di bidang pemuda dan olahraga, penghargaan diberikan kepada Yusman Kasim. Kiprahnya dikenal melalui pembinaan olahraga, termasuk mengantarkan tim bola voli putra dan putri Sumatera Barat tampil di Pekan Olahraga Nasional sebanyak dua kali, serta membawa PSP Padang kembali promosi ke Divisi Utama Indonesia pada 1999 dan 2006.
Penghargaan bidang penggerak koperasi dan UMKM diterima Ali Umar Nurta yang sukses mengembangkan KSPPS BMT Korong Gadang dari aset sekitar Rp300 juta menjadi Rp4,5 miliar melalui pengelolaan koperasi syariah.
Di bidang pendidikan, penghargaan diberikan kepada Zainal Akil atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru melalui berbagai program peningkatan mutu pendidikan di Kota Padang.
Sementara penghargaan bidang kesehatan diterima dr Muhammad Riendra. Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Andalas itu dikenal sebagai salah satu dokter yang memimpin penanganan pasien Covid-19, khususnya layanan bedah jantung dan paru di RSUP Dr M Djamil Padang, sekaligus memberikan pelayanan di sejumlah rumah sakit lainnya di Sumatera Barat.
Baca juga: Inovasi Jemput Bola Satlantas Polres Payakumbuh: Antar-Jemput Warga Buat SIM Pakai Bus Dinas
Penghargaan bidang kemasyarakatan diberikan kepada David Rico Dermawan atau yang dikenal sebagai David Wewe. Sosok polisi gondrong tersebut dikenal karena respons cepat dalam membantu masyarakat dan menjadi satu-satunya personel kepolisian dari Sumatera Barat yang masuk nominasi Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi.
Sementara itu, penghargaan bidang komunikasi dan teknologi informasi diberikan kepada Widya Navies. Wartawan Utama tersebut dinilai berperan dalam menjaga profesionalisme insan pers di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, sekaligus membina wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat.
Menutup sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, perbankan, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini ikut berkontribusi membangun Kota Padang.
"Penghargaan yang diterima hari ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab membangun Kota Padang ke depan akan semakin besar. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi mewariskan kota yang lebih baik bagi generasi mendatang," tuturnya. (*)