TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 8-10 Agustus 2026 dominan cerah berawan hingga berawan.
Secara umum, wilayah NTT mengalami musim kemarau dipicu aktifnya angin monsoon timur yang menyebabkan pertumbuhan awan yang mulai menurun.
Di tengah meluasnya musim kemarau di NTT, BMKG memprediksi masih ada potensi hujan ringan menguyur sebagian wilayah NTT.
Adapun wilayah masih berpotensi hujan ringan pada periode 8-10 Agustus 2026 yaitu Pulau Flores.
Baca juga: Indonesia Masuk Fase El Nino Kuat, BMKG Minta Masyarakat Hemat Air dan Hindari Bakar Lahan
Sementara itu, Pulau Rote, Sabu, Alor-Pantar, Sumba, serta Adonara, Solor, dan Lembata umumnya cerah berawan tanpa potensi hujan.
BMKG mengingatkan suhu udara terpantau rendah saat malam hingga dini hari. Suhu terenda berkisar 13 derajat Celcius, suhu maksimum 33 derajat Celcius.
Potensi angin kencang juga masih mengancam wilayah NTT di tengah aktifnya angin monsoon timur yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah NTT.
Perkembangan indikator iklim global menunjukkan sinyal yang konsisten terhadap keberlanjutan kondisi kering di Indonesia. Indeks Nino 3.4 sebesar +2,02 disertai nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -27,7, mengindikasikan El Nino kuat masih berlangsung dan berpotensi terus menguat.
Baca juga: 8 Bulan Pascabanjir Lahar Lewotobi, Jalan Nobo–Nora Belen Flores Timur Masih Rusak Parah
Pada saat yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,63 menunjukkan kecenderungan menuju fase positif. Kondisi tersebut secara umum mendukung berkurangnya pembentukan awan hujan sehingga curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia cenderung menurun.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prakiraan curah hujan Dasarian II Agustus 2026 menunjukkan bahwa 95,62 persen wilayah Indonesia berada pada kategori rendah dan 4,38 % pada kategori menengah.
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah (<50> (bmkg.go.id/TribunFlores.Com)