BOLASPORT.COM - Perjalanan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 berakhir antiklimaks, bahkan diwarnai bersitegang antara suporter dan pemain usai laga.
Timnas Indonesia awalnya datang sebagai tim unggulan di ASEAN Championship 2026.
Sayangnya, Skuad Garuda mengakhiri turnamen dengan sangat mengecewakan.
Anak asuh John Herdman hanya tampil impresif melawan Kamboja dengan skor 5-1 pada laga perdana di Stadion Pakansari, Bogor, 27 Juli 2026.
Namun, penampilan mengecewakan mulai terlihat meski menang 3-0 melawan Timor Leste pada 31 Juli 2026.
Pasalnya, Timnas Indonesia baru mencetak gol pertama pada menit ke-74 melalui sepakan Shayne Pattynama.
Namun, hukuman paling berat tersaji saat dihajar Vietnam dengan skor 0-3 di Stadion Pakansari, Bogor pada 3 Agustus 2026.
Timnas Indonesia dipastikan tersingkir usai ditahan imbang oleh Singapura di Stadion Jalan Besar, 7 Agustus 2026.
Skuad Garuda sempat unggul lebih dahulu melalui gol Ragnar Oratmangoen pada babak kedua.
Lebih menyakitkannya lagi, tersingkirnya Timnas Indonesia terjadi gara-gara miskomunikasi lini pertahanan yang dipimpin Rizky Ridho.
Miskomunikasi antara Rizky Ridho dan Cahya Supriadi bikin Singapura mencetak gol penyeimbang melalui sontekan Ilhan Fandi.
Usai laga, suporter Timnas Indonesia yang datang ke Stadion Jalan Besar pun menuntut pertanggung jawaban kepada anak asuh John Herdman.
Beberapa video di media sosial terlihat bahwa para suporter meluapkan kekecewaannya kepada para pemain Timnas Indonesia.
"Betapa malunya kau, John Herdman," ujar salah seorang suporter kepada John Herdman yang berdiri di pinggir lapangan dikutip dari kanal X Secondline Squad.
Bukannya mereda, ada beberapa pemain Timnas Indonesia yang tersulut emosinya.
Salah satunya adalah Thom Haye.
Thom Haye berteriak kepada suporter bahwa timnya berulang kali dirugikan oleh wasit.
"Apakah anda tidak tahu wasit tadi? Apakah anda tahu tadi wasitnya?" ujar Thom Haye dengan nada tersulut emosi ke suporter.
Namun, suporter pun tetap melanjutkan protesnya, karena merasa tetap ada yang salah dalam performa mereka terlepas dari faktor kepemimpinan wasit.
Pada saat itu pula, Shayne Pattynama sempat ingin melampiaskan kemarahannya ke suporter.
Beruntung, sebelum kemarahan Shayne Pattynama meluap, Jens Raven datang untuk mencegahnya.
Dalam tayangan di media sosial, tangan Jens Raven terlihat menampar kepala Shayne Pattynama.
Tentu, situasi tersebut jadi bumerang bagi Skuad Garuda yang sudah dilanda kegagalan demi kegagalan sejak berakhirnya periode kepelatihan Shin Tae-yong.
Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 di bawah Patrick Kluivert, lalu pencapaian buruk terus menghantui di level U-23 seperti gagal lolos ke Piala Asia U-23 dan gagal total di SEA Games 2025.
Pada kejuaraan Asia Tenggara seperti ASEAN Championship, Timnas Indonesia juga gagal lolos dari fase grup, sungguh prestasi yang sangat memalukan.