TRIBUN-MEDAN.com - Viral di medsos, cekcok antar pengendara dengan anggota Polri di jalan raya.
Polisi tersebut disebut melakukan pemukulan saat cekcok dengan pengendara sesama pengendara.
Dari video terlihat sebuah mobil berwarna putih dengan pelat Polri bertuliskan 9-III yang diketahui merupakan pelat dinas salah satu pejabat Polda Sumatera Barat (Sumbar).
Belakangan, diketahui polisi tersebut yakni Dirreskrimum Kombes Pol Teddy Fanani.
Baca juga: Tampang Eks Jampidsus Febrie Bungkam Usai Diperiksa 8,5 Jam di Kejagung, Berikut Jadwal Praperadilan
Bill Irzano, pengendara mobil yang mengaku menjadi korban dalam dugaan cekcok dengan seorang pria yang diduga Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumbar Kombes Pol Teddy Fanani (TF), mengaku sempat meminta maaf sebelum insiden berujung pemukulan.
Bill mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya hendak menjemput seseorang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (7/8/2026).
Saat menuju BIM, ia mengaku menyalip kendaraan yang ditumpangi TF dari sebelah kiri.
Baca juga: Nasib Anggota Paskibraka Binjai Diganti, Diduga Dipaksa Mundur karena Alami Dehidrasi Ringan
"Awalnya saya ingin menjemput seseorang ke Bandara Internasional Minangkabau. Jadi awalnya saya mau menyelip mobilnya. Pas saya nyelip, saya sudah klakson duluan. Terus sudah saya hidupkan lampu sein kiri," kata Bill saat diwawancarai awak media, Jumat (7/8/2026).
Menurut Bill, setelah kendaraannya berhasil menyalip, pengemudi kendaraan yang ditumpangi TF juga hendak mendahuluinya.
Ia menduga pengemudi kendaraan tersebut terkejut saat ia mendahuluinya.
"Jadi pas setelah saya nyelip, sudah duluan mobil saya. Terus driver mobilnya itu mau nyelip juga. Pas mau nyelip ternyata drivernya dia ini kaget," ujarnya.
Bill kemudian mengaku mobilnya diberhentikan.
Ia mengatakan, empat orang yang berada di dalam kendaraan tersebut kemudian turun menghampirinya.
"Terus tiba-tiba saya diberhentikan, tiba-tiba langsung dikeroyok dia berempat orang dalam mobil itu," katanya.
Bill mengaku telah meminta maaf kepada pria yang diduga TF setelah kendaraannya diberhentikan.
Ia menyebut dirinya juga telah menyampaikan bahwa manuver yang dilakukannya merupakan kesalahan.
"Saat itu saya sudah minta maaf duluan. Saya bilang saya salah, Pak. Dia bilang saya mengancam nyawanya," jelas Bill.
Namun, menurut Bill, dirinya tidak merasa telah mengambil jalur kendaraan tersebut.
Ia mengaku saat mendahului kendaraan TF ia tetap berada di jalurnya dan tidak menyenggol kendaraan yang ditumpangi TF.
"Padahal saya sesuai jalur saja. Tidak ada saya ambil jalur mobilnya. Tidak ada saya belok-belok, apa-apa. Tidak ada ngambil jalan dia juga," katanya.
Bill kemudian mengaku situasi berubah menjadi tindakan kekerasan.
Menurut pengakuannya, dirinya dipukul pada bagian wajah hingga kacamatanya patah.
"Terus tiba-tiba dia langsung arogan buat mukulin. Saya dipukulin di bagian wajah. Terus bagian kacamata saya ini patah," ungkapnya.
Baca juga: Jawaban Istana soal Reshuffle Kabinet, Bursa Calon Wamenhan hingga Gubernur Universitas RI
Setelah kejadian tersebut, Bill mengatakan pria yang diduga TF langsung meninggalkan lokasi.
"Usai kejadian itu dia langsung pergi gitu aja. Karena saat itu dia marah-marah langsung pergi," ujarnya.
Bill menyebut saat kejadian dirinya maupun pria yang diduga TF sama-sama menggunakan mobil dinas.
Karena itu, ia menyatakan akan melaporkan dugaan tindakan tersebut.
"Saat itu dia memakai mobil dinas dan saya juga memakai mobil dinas juga. Karena itu saya akan laporkan aksi itu," tegasnya.
Bill pun membuat laporan ke Propam Polda Sumbar.
Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran.
Kapolda mengatakan telah memerintahkan Bidang Propam Polda Sumbar untuk segera melakukan penyelidikan dan memeriksa pihak yang bersangkutan.
"Sudah saya perintahkan Propam untuk segera lakukan penyelidikan untuk periksa yang bersangkutan. Sudah saya tegaskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oknum Polri yang lewat dari sanksi pelanggaran untuk mempertanggungjawabkan pelanggaran yang dilakukan," kata Kapolda kepada wartawan.
Baca juga: Nasib Kombes Andi Kirana Diperiksa Propam, Mabes Polri dan Polda Aceh Saling Lempar
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah video dugaan cekcok tersebut beredar di media sosial.
Ia menegaskan penegakan aturan berlaku bagi seluruh personel Polri tanpa melihat pangkat maupun jabatan.
"Sekali lagi juga Pak Kapolda menegaskan bahwa tidak ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran itu luput dari sanksi. Baik siapapun dia, apapun pangkatnya, apabila melakukan pelanggaran tentu saja tidak ada yang luput dari sanksi. Ini penegasan tegas dari Bapak Kapolda Sumbar," tegasnya.
Baca juga: Soroti Banjir Padang di HJK ke-357, Ketua DPRD Muharlion Minta Master Plan Segera Jalan
Susmelawati mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, Polda Sumbar belum menyimpulkan pihak mana yang benar maupun salah dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Polda Sumbar, insiden tersebut bermula ketika sebuah mobil Innova berpelat merah menyalip dari sebelah kiri kendaraan yang digunakan salah satu personel Polda Sumbar.
"Info awal yang bisa disampaikan di sini, bahwa yang kami dapatkan, ada salah satu mobil Innova berplat merah ini menyalip dari sebelah kiri. Kemudian membahayakan kepada mobil yang dikendarai oleh salah satu personil Polda Sumbar," jelasnya.
Susmelawati menegaskan informasi tersebut masih merupakan keterangan awal dan akan didalami Propam.
"Namun informasi ini tentu seperti yang disampaikan diperintahkan Pak Kapolda tadi, akan didalami, akan ditindaklanjuti oleh Kabid Propam Polda Sumbar seperti apa kejadian sebenarnya," ujarnya.
Untuk memastikan duduk perkara, Propam Polda Sumbar akan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Baca juga: Tanggapan Istana Terkait Isu Presiden Prabowo Keluarkan Surpres Pergantian Kapolri
"Nanti semua pihak akan dipanggil, baik dari internal Polda, maupun dari pihak yang menjadi korban dalam permasalahan ini," tegasnya.
Baca juga: Jawaban Istana soal Reshuffle Kabinet, Bursa Calon Wamenhan hingga Gubernur Universitas RI
Sementara itu, video dugaan cekcok tersebut beredar luas di sejumlah akun media sosial pada Jumat (7/8/2026) siang.
Dilihat TribunPadang.com, video berdurasi 27 detik itu pertama kali diunggah oleh akun pribadi @bill_irzano.
Dalam video tersebut tampak sebuah mobil yang ditumpangi pria yang diduga TF memberhentikan mobil korban.
Pria tersebut kemudian turun dari mobil dan menghampiri kendaraan korban serta meminta pengendara turun.
Dalam video itu juga terlihat pria yang diduga TF melakukan tindakan yang tampak seperti mendorong korban.
Hasil penyelidikan Propam Polda Sumbar nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui secara utuh bagaimana kejadian tersebut berlangsung.
Baca juga: Tampang Eks Jampidsus Febrie Bungkam Usai Diperiksa 8,5 Jam di Kejagung, Berikut Jadwal Praperadilan
Baca juga: Jawaban Istana soal Reshuffle Kabinet, Bursa Calon Wamenhan hingga Gubernur Universitas RI
(Tribunpadang.com/Tribun-medan.com/tribunnews.com)